Wali Kota Ambon Ajak Semua Pihak Lawan Perdagangan Satwa Ilegal

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 04:10 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku,- Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menyoroti maraknya peredaran tumbuhan dan satwa liar ilegal yang dinilai mengancam kelestarian lingkungan di Maluku.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Penguatan Kapasitas Satuan Tugas (Satgas) PPTSL, yang berlangsung di Zest Hotel Ambon, Selasa (05/05/2026).

Bodewin Wattimena dalam sambutannya menegaskan bahwa, Maluku memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi, mulai dari tumbuhan, satwa liar hingga biota laut yang memiliki nilai ekonomi besar jika dikelola secara berkelanjutan.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa potensi tersebut juga berisiko menjadi ancaman serius apabila tidak diatur dan diawasi secara ketat.

Salah satu indikasinya adalah menurunnya populasi satwa endemik, khususnya burung paruh bengkok seperti kakatua dan nuri akibat perburuan dan konsumsi.

“Kalau tidak dikendalikan, ini akan mengancam ekosistem dan keberlanjutan sumber daya alam kita,” ujarnya.

Berdasarkan data penindakan, dalam beberapa tahun terakhir tercatat ratusan kasus peredaran ilegal dengan ribuan satwa berhasil diamankan. Jalur distribusi terbanyak terjadi melalui pelabuhan dan bandar udara, menjadikan Ambon sebagai titik strategis dalam pengawasan.

Wattimena juga menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam memperkuat langkah pencegahan dan penegakan hukum.

Ia mengajak seluruh pihak untuk meninggalkan ego sektoral demi kepentingan bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kita harus perkuat sinergi. Ini tanggung jawab bersama untuk menjaga lingkungan dan memastikan keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Kepala BKSDA Maluku, Irwan Efendi, menyatakan bahwa kawasan Indonesia timur merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati yang harus dilindungi secara serius.

Ia mengakui masih banyak praktik pemanfaatan sumber daya hayati yang tidak sesuai aturan dan menjadi tantangan di lapangan.

“Ini menjadi isu strategis yang harus ditangani bersama. Diperlukan sinergi antarinstansi agar langkah pencegahan dan penindakan berjalan efektif,” kata Irwan.

Ia menambahkan, pemerintah pusat terus menunjukkan komitmen dalam perlindungan keanekaragaman hayati melalui berbagai kebijakan dan program, sebagai respons terhadap ancaman kepunahan dan kerusakan lingkungan.*

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan
SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi
Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu
Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!
54 Atlet Panjat Tebing Ambon Bakal Bersaing Rebut Tiket POPMAL 2027
Yayasan Manumata Rumah Cinta Gandeng RSUD Kota Ambon Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis bagi 150 Warga Lateri
Dukung Langkah Kodam XV/Pattimura, GEMA – MA Tekankan Penataan Yang Taat Hukum

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02 WIT

PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:32 WIT

SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:44 WIT

Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:38 WIT

Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT