KAMMI Maluku Tepis Isu Dualisme Pengurus, Nyatakan Pengurus Lain Tidak Sah

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 05:50 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku,- Pengurus Wilayah (PW) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Maluku menyatakan sikap tegas menolak munculnya kepemimpinan tandingan yang dinilai tidak sah dan berpotensi merusak legitimasi organisasi.

Sikap tersebut disampaikan menyusul dinamika internal yang terjadi di tubuh KAMMI secara nasional.

Sekretaris PW KAMMI Maluku, Morsal J. Samual, menegaskan bahwa hanya ada satu kepemimpinan nasional yang sah, yakni di bawah Ahmad Jundi Khalifatullah sebagai Ketua Umum PP KAMMI hasil Muktamar XIII yang digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kami tidak akan memberi ruang bagi praktik manipulatif yang merusak legitimasi organisasi. Hanya ada satu kepemimpinan yang sah di tingkat nasional, yakni di bawah Ahmad Jundi Khalifatullah, hasil Muktamar XIII di NTB,” ujar Samual kepada media ini, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, klaim kepemimpinan yang diajukan Muhamad Amri Akbar tidak memiliki dasar organisasi yang kuat. Ia menilai proses pembentukan kepengurusan tersebut tidak memenuhi prinsip demokrasi organisasi, termasuk pelaksanaan rapat daring yang disebut berlangsung dengan partisipasi terbatas.

Dalam pernyataan sikapnya, PW KAMMI Maluku menegaskan hanya mengakui satu kepengurusan sah PP KAMMI periode 2024–2026.

“Kami menolak seluruh aktivitas maupun dokumen yang mengatasnamakan KAMMI di luar kepengurusan resmi, serta menegaskan legitimasi kepemimpinan wilayah Maluku di bawah Manasi Uar,” tegasnya.

Selain itu, PW KAMMI Maluku juga menolak rencana pelaksanaan muktamar tandingan yang disebut akan digelar di Maluku pada Juni 2026.

Baca Juga :  BPKAD Jelaskan Kerjasama Pembangunan MPP di Ambon Plaza dan Manfaatnya bagi Masyarakat

Samual memperingatkan bahwa kader yang terlibat dalam kepengurusan tandingan berpotensi dikenai sanksi administratif hingga pencabutan status keanggotaan sesuai mekanisme organisasi.

PW KAMMI Maluku juga menyatakan penolakan terhadap rencana kedatangan Muhamad Amri Akbar ke Ambon karena dinilai berpotensi memperkeruh situasi internal organisasi.

“Kami menilai langkah tersebut hanya akan memperbesar potensi gesekan di internal kader. Karena itu, kami meminta semua pihak menghormati mekanisme organisasi yang berlaku,” ungkap Samual.

PW KAMMI Maluku mengingatkan, apabila agenda yang dinilai tidak sah tetap dipaksakan, maka potensi konflik horizontal antar kader di daerah dikhawatirkan dapat terjadi.*

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan
SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi
Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu
Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!
54 Atlet Panjat Tebing Ambon Bakal Bersaing Rebut Tiket POPMAL 2027
Yayasan Manumata Rumah Cinta Gandeng RSUD Kota Ambon Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis bagi 150 Warga Lateri
Dukung Langkah Kodam XV/Pattimura, GEMA – MA Tekankan Penataan Yang Taat Hukum

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02 WIT

PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:32 WIT

SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:44 WIT

Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:38 WIT

Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT