Ambon, Maluku– Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Maluku kembali menunjukkan geliat politik yang kian menguat. Dalam satu momentum yang sama pada Rapat Koordinasi Wilayah Khusus (Rakorwilsus) PSI Maluku di Ambon, Jumat (10/7/2026), dua figur berpengaruh asal Seram Bagian Barat, Maluku resmi bergabung ke partai berlambang gajah tersebut. Yakni mantan anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dua periode Melkisedek Tuhehay, S.Sos., M.H., dan tokoh media mainstream sekaligus mantan kader PDI Perjuangan, Sahlan Heluth, S.Pi., M.Si.
Bergabungnya kedua tokoh tersebut menjadi sinyal semakin terbukanya PSI sebagai rumah politik baru bagi figur-figur berpengalaman di Maluku.
Penyematan atribut partai dilakukan langsung oleh Plt Ketua DPW PSI Maluku Ricky Jauwerissa dan disaksikan Ketua DPP PSI, Danik Eka Rahmaningtiyas, bersama jajaran pengurus serta kader PSI dari seluruh Maluku.
Masuknya Melkisedek dan Sahlan sekaligus menjadi tambahan amunisi politik penting bagi PSI Maluku dalam memperkuat struktur organisasi dan memperluas basis dukungan menjelang berbagai agenda politik ke depan.
Melkisedek Tuhehay dikenal sebagai politisi senior yang pernah mengabdi selama dua periode sebagai anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat. Selama menjadi legislator, ia aktif mengawal berbagai program pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan jalan tani, bantuan ternak sapi hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat di wilayah Kairatu dan sekitarnya.
Selain itu, Melkisedek juga dikenal vokal dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah. Ia kerap mendorong transparansi pengelolaan keuangan daerah serta tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel demi kepentingan masyarakat.
Sementara itu, Sahlan Heluth merupakan salah satu tokoh pers yang cukup dikenal di Maluku. Pendiri dan CEO Malukunews.co tersebut memiliki perjalanan panjang di dunia jurnalistik, termasuk pernah menjadi koresponden SCTV di Maluku serta aktif dalam berbagai organisasi pers dan media siber.
Di dunia politik, Sahlan dikenal sebagai mantan kader PDI Perjuangan yang cukup aktif. Ia pernah maju sebagai calon anggota DPRD Provinsi Maluku dari Daerah Pemilihan Maluku V yang meliputi Kabupaten Seram Bagian Barat. Namanya juga sempat mencuat sebagai bakal calon Bupati SBB pada Pilkada 2024 sebelum akhirnya memilih meninggalkan PDI Perjuangan.
Dengan pengalaman di bidang media, organisasi, dan politik, kehadiran Sahlan dinilai membawa nilai tambah tersendiri bagi PSI dalam memperkuat komunikasi publik serta memperluas jaringan partai di berbagai wilayah Maluku.
Plt Ketua DPW PSI Maluku Ricky Jauwerissa menyambut positif bergabungnya kedua figur tersebut. Menurutnya, PSI terus membuka ruang bagi tokoh-tokoh daerah yang memiliki rekam jejak pengabdian, kapasitas, serta komitmen untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Kehadiran Pak Melkisedek dan Pak Sahlan menjadi energi baru bagi PSI Maluku. Keduanya memiliki pengalaman, kapasitas dan jaringan yang kuat di bidang masing-masing. Ini menjadi modal penting dalam memperkuat konsolidasi partai hingga ke tingkat akar rumput,” kata Ricky.
Ia menegaskan bahwa PSI Maluku saat ini sedang membangun kekuatan politik yang lebih inklusif dengan merangkul berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh politik, profesional, akademisi, aktivis hingga pelaku media.
Bergabungnya Melkisedek Tuhehay dan Sahlan Heluth semakin menegaskan arah konsolidasi besar yang tengah dilakukan PSI Maluku di bawah kepemimpinan Ricky Jauwerissa. Dalam beberapa waktu terakhir, partai tersebut terus menarik perhatian sejumlah tokoh lokal yang memilih berlabuh dan menjadi bagian dari gerakan politik PSI.
Rakorwilsus PSI Maluku 2026 pun menjadi lebih dari sekadar agenda konsolidasi organisasi. Forum tersebut sekaligus menjadi panggung politik yang menandai bertambahnya kekuatan baru PSI di Maluku, sekaligus memperlihatkan semakin besarnya daya tarik partai itu di kalangan tokoh daerah menjelang kontestasi politik mendatang.***






































































Discussion about this post