Ambon, Maluku — Antusiasme kader Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Maluku mewarnai kegiatan Dialog Diaspora Kader bertema “Aktualisasi Kader Diaspora Muhammadiyah Maluku di Bumi Raja-Raja” yang digelar di kawasan Teluk Ambon, Jumat (10/04).
Kegiatan tersebut menghadirkan Danik Eka Rahmaningtiyas sebagai narasumber utama.
Dalam suasana dialog yang interaktif, para peserta dari berbagai organisasi otonom Muhammadiyah tampak aktif menyampaikan gagasan, dan tampak tinggi semangat kader dalam merespons isu-isu strategis gerakan.
Danik, yang juga merupakan anggota Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani, menyampaikan bahwa setiap kunjungan ke daerah selalu ia manfaatkan untuk berdialog langsung dengan kader muda Muhammadiyah.
“Saya selalu berusaha memanfaatkan waktu untuk duduk bersama dan berdialog dengan teman-teman AMM di daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya membangun kepercayaan publik terhadap kualitas kader Muhammadiyah.
Menurutnya, kader harus mampu menunjukkan kapasitas dan kompetensi di berbagai bidang kehidupan.
“Kita harus meyakinkan publik bahwa kader Muhammadiyah memiliki sumber daya manusia yang mumpuni,” katanya.
Dalam pemaparannya, Danik menjelaskan peran strategis MPKSDI dalam mengelola proses perkaderan, mulai dari perencanaan hingga pengembangan sumber daya manusia. Fokus utama pembinaan meliputi penguatan ideologi, kepemimpinan, militansi, dan profesionalisme kader.
Ia juga mengungkapkan fenomena diaspora kader Muhammadiyah di Indonesia, di mana masih ditemukan sejumlah kader yang ragu dalam menentukan arah dan peran yang ingin diambil.
“Kita dorong kader Muhammadiyah untuk berani bersikap. Mau jadi politisi, pengusaha, atau bidang lainnya, harus berani menentukan pilihan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Danik turut membagikan kisah perjalanan hidupnya. Asli orang Jember, iaa tumbuh dari lingkungan sederhana sebelum akhirnya berkiprah di tingkat nasional.
Keputusan untuk hijrah ke Jakarta diambil setelah mendapatkan dorongan untuk menjadi pemimpin dan membawa manfaat yang lebih luas.
Ia pernah mengemban amanah sebagai Ketua Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan membawa organisasi tersebut meraih penghargaan internasional Ten Accomplished Youth Organization di Bangkok, Thailand, pada 2012.
Danik menekankan bahwa generasi muda tidak boleh takut mengambil peran dalam perubahan. Baginya, masa depan harus diperjuangkan dengan keberanian dan kerja keras.
“Jika ingin perubahan, tidak perlu menunggu. Harus berani ambil bagian,” pesannya.
Dialog tersebut dimoderatori oleh Muhammad Fahrul Kaisuku dari BPH Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku.
Kegiatan ini juga dihadiri kader dari Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, serta Ikatan Pelajar Muhammadiyah wilayah Maluku.
Kegiatan Dialog Diaspora ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi kader Muhammadiyah di Maluku, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang berani, visioner, dan siap mengambil peran strategis di berbagai sektor.***








































































Discussion about this post