Hari Otonomi Daerah, Wawali Ambon Desak Birokrasi Beralih ke Kinerja Berbasis Hasil

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 09:22 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku — Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisuta, menegaskan perlunya perubahan mendasar dalam pola kerja birokrasi pemerintah daerah yang dinilai masih berorientasi pada penyerapan anggaran. Hal itu disampaikan saat memimpin upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 tahun 2026 di halaman Balai Kota Ambon.

Dalam momentum refleksi pelaksanaan otonomi daerah tersebut, Toisuta menekankan bahwa esensi otonomi tidak boleh berhenti pada rutinitas administratif, tetapi harus mampu menghadirkan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Ia mengungkapkan, setelah tiga dekade pelaksanaan otonomi daerah, masih terdapat ketidaksinkronan antara perencanaan dan penganggaran pemerintah pusat dan daerah. Kondisi ini dinilai memicu tumpang tindih program, duplikasi anggaran, serta rendahnya efektivitas pembangunan.

Baca Juga :  Amirudin Tekankan Skala Prioritas dan Koordinasi Pembangunan Maluku

“Birokrasi kita masih cenderung mengejar serapan anggaran, bukan capaian hasil yang dirasakan masyarakat. Ini harus diubah,” tegasnya.

Toisuta mendorong penerapan reformasi birokrasi berbasis outcome dengan memperkuat digitalisasi pemerintahan yang terintegrasi serta mendorong inovasi daerah. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menciptakan tata kelola yang lebih cepat, responsif, dan berdampak langsung.

Baca Juga :  AV Dorong Pendekatan Multidimensi, Suneth: Bukan Penghinaan Agama

Selain itu, ia juga menyoroti keterbatasan fiskal daerah akibat tingginya ketergantungan pada transfer dari pemerintah pusat. Hal ini dinilai mempersempit ruang gerak daerah dalam merespons kebutuhan lokal secara fleksibel.

Dalam pidatonya, Toisuta turut mengkritik lemahnya kolaborasi antar daerah dalam menangani isu lintas wilayah, seperti transportasi, pengelolaan lingkungan, hingga pengendalian banjir dan sampah, yang seharusnya diselesaikan secara terpadu.

Ia juga menyoroti masih lebarnya kesenjangan layanan dasar, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, air bersih hingga perlindungan sosial, khususnya di wilayah tertinggal. Pemerintah daerah, menurutnya, harus menempatkan pemenuhan layanan dasar sebagai prioritas utama dalam pembangunan.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan
SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi
Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu
Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!
54 Atlet Panjat Tebing Ambon Bakal Bersaing Rebut Tiket POPMAL 2027
Yayasan Manumata Rumah Cinta Gandeng RSUD Kota Ambon Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis bagi 150 Warga Lateri

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02 WIT

PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:32 WIT

SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:44 WIT

Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu

Berita Terbaru