Ambon, Maluku,- Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menyerukan perang terhadap persoalan sampah dan tawuran pelajar saat membuka Pattimura Festival yang dirangkaikan dengan pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon di Jalan Pattimura, Jumat (15/5/2026) malam.
Dalam sambutannya, Bodewin mengajak masyarakat menjadikan momentum peringatan Hari Pattimura ke-209 sebagai penguat semangat persatuan, kepedulian sosial, serta kebangkitan bersama membangun Kota Ambon yang lebih bersih, aman, dan maju.
Menurutnya, semangat perjuangan Thomas Matulessy tidak boleh hanya dimaknai sebagai sejarah perjuangan melawan penjajahan, tetapi juga harus diwujudkan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang kini terjadi di tengah masyarakat.
“Kitalah Pattimura-Pattimura muda hari ini. Oleh sebab itu, mari kita wujudkan semangat perjuangan Pattimura dalam tugas dan tanggung jawab kita masing-masing,” kata Bodewin.
Ia menegaskan bahwa perjuangan masa kini adalah melawan kemiskinan, pengangguran, kebodohan, persoalan lingkungan hidup, hingga berbagai bentuk kenakalan remaja yang mengancam masa depan generasi muda di Kota Ambon.
Bodewin secara khusus menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan serius di Kota Ambon. Ia menekankan bahwa upaya mewujudkan Ambon bersih bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat.
“Ambon bersih bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat Kota Ambon,” ujarnya.
Pemerintah Kota Ambon tahun ini mengusung tema HUT ke-451 Kota Ambon yakni “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju” sebagai bentuk ajakan membangun kesadaran kolektif menjaga kebersihan lingkungan.
Tema tersebut, lanjut Bodewin, juga sejalan dengan program nasional Presiden Prabowo Subianto melalui Gerakan Indonesia Asri.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Ambon meluncurkan gerakan “Ambon Bersih, Asri, Hijau, dan Nyaman” yang difokuskan pada penanganan sampah dan penataan lingkungan perkotaan.
“Kami ingin membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat. Apabila Ambon bersih, maka kita turut berkontribusi bagi Maluku sehat dan Indonesia maju,” katanya.
Selain persoalan lingkungan, Bodewin juga menaruh perhatian serius terhadap maraknya tawuran antar pelajar yang belakangan kembali terjadi di Kota Ambon. Ia meminta seluruh elemen masyarakat ikut bertanggung jawab menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi muda.
“Kita harus memastikan Ambon bebas dari tawuran dan kenakalan remaja. Generasi muda wajib dijaga agar dapat tumbuh menjadi generasi yang berkualitas,” tegasnya.
Di sisi lain, Bodewin menilai Pattimura Festival bukan sekadar kegiatan budaya, tetapi juga memiliki dampak strategis terhadap penguatan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata Kota Ambon.
Ia berharap kegiatan budaya seperti Pattimura Festival mampu memperkuat posisi Ambon sebagai kota musik dunia sekaligus menjadi daya tarik wisata berbasis budaya di Maluku.
“Festival ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata di Kota Ambon,” tandasnya.***







































































Discussion about this post