Namlea, Maluk — Ratusan warga dari Keluarga Besar Kie Raha Maluku Utara bersama masyarakat Desa Widit, Kecamatan Wailata, Kabupaten Buru, bergotong royong melakukan pengecoran dak kubah Masjid Al-Ikhlas. Kegiatan kolaboratif ini berlangsung penuh semangat dan kebersamaan sejak pagi hari.
Ketua Keluarga Besar Kie Raha Maluku Utara, Aya Tarnate, menyampaikan rasa syukurnya atas partisipasi dan antusiasme seluruh pihak dalam proses pembangunan rumah ibadah tersebut.
“Kami sangat bersyukur bisa terlibat langsung membantu warga Desa Widit. Harapan kami, masjid ini bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan dan sosial di Kecamatan Wailata,” ujar Aya kepada wartawan.
Aya juga mengapresiasi keterlibatan aktif pemuda dan warga setempat dalam kegiatan ini. Ia menilai, semangat gotong royong yang ditunjukkan mencerminkan kekuatan persaudaraan dan nilai-nilai kebersamaan yang masih terjaga kuat di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini kita saksikan semangat luar biasa dari orang basudara Kie Raha dan masyarakat Widit. Ini adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi bisa mendorong percepatan pembangunan fasilitas ibadah yang layak,” tambahnya.
Menurut Aya, kegiatan tersebut bukan hanya sarana mempererat silaturahmi, tetapi juga merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap pembangunan sarana keagamaan yang representatif di wilayah tersebut.
“Semoga Masjid Al-Ikhlas bisa menjadi pusat syiar Islam di Wailata. Ini mencerminkan nilai-nilai Islam seperti semangat tolong-menolong, kepedulian sosial, dan cinta kepada rumah Allah. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan kita,” tutupnya.
Kegiatan pengecoran Masjid Al-Ikhlas ini sekaligus menjadi bukti pentingnya peran serta masyarakat dan pemuda dalam membangun fasilitas publik. Diharapkan, dengan semangat kebersamaan yang terjaga, pembangunan masjid tersebut dapat segera rampung dan membawa manfaat luas bagi seluruh masyarakat sekitar.***






































































Discussion about this post