Ambon, Maluku– Ketua Harian Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Maluku, Eliza A. de Lima, mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri dari penilaian prematur terhadap kinerja Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath yang baru menjabat sejak 20 Februari 2025.
Dalam keterangan pers yang disampaikan pada Selasa (24/6), Eliza mengajak masyarakat Maluku untuk memberi ruang dan waktu yang cukup bagi pasangan kepala daerah tersebut dalam menjalankan roda pemerintahan dan mewujudkan visi pembangunan provinsi.
“Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku baru berjalan kurang dari empat bulan. Kita semua tentu memiliki ekspektasi, tetapi akan lebih bijak jika kita menahan diri dan bersabar agar mereka dapat membuktikan kinerja secara objektif dan terukur,” ujar Eliza.
Menurutnya, dalam 100 hari pertama pemerintahan HL–AV, sudah terdapat langkah-langkah konkret yang dilakukan tanpa banyak seremonial. Langkah tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan riil masyarakat.
“Tanpa retorika bombastis, duet HL–AV justru memilih terjun langsung ke lapangan: menangani konflik sosial, membenahi institusi, dan mulai membangun fondasi ekonomi yang selama ini tertinggal. Ini adalah pendekatan kerja nyata yang patut kita apresiasi,” tambahnya.
Eliza juga menekankan bahwa visi Sapta Cita Lawamena yang diusung pasangan HL–AV mencerminkan arah pembangunan yang strategis dan berkelanjutan untuk Maluku yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan.
“Kami dari KNPI Maluku optimis bahwa Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath mampu mewujudkan perubahan nyata. Spirit Lawamena par Maluku pung bae adalah ajakan kolektif untuk bekerja bersama demi masa depan Maluku,” katanya.
Ia berharap seluruh komponen masyarakat, termasuk tokoh politik, pemuda, akademisi, dan tokoh adat, turut serta mendukung proses pembangunan yang tengah dilakukan, sekaligus menjaga iklim sosial dan politik yang kondusif.
“Mari kita tinggalkan cara berpikir yang destruktif dan pilih untuk membangun bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Sinergi semua pihak sangat dibutuhkan demi Maluku yang lebih baik,” tutupnya. ***






































































Discussion about this post