Ambon, Maluku– Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku menorehkan sejarah sebagai organisasi pertama di Maluku yang menerapkan sistem verifikasi digital berbasis barcode untuk seluruh peserta Musyawarah Daerah (Musda).
Penerapan teknologi terkini ini berlangsung sukses pada Musda XII HIPMI Maluku yang digelar di Hotel Santika Premiere Ambon, Senin, 23 Juni 2025.
Sistem barcode yang diterapkan merupakan metode inovatif untuk memverifikasi kehadiran dan data peserta secara cepat dan akurat. Setiap peserta, baik Utusan Penuh maupun Utusan Peninjau dari Badan Pengurus Cabang (BPC) se-Maluku, menerima Kartu Identitas (ID Card) berisi kode QR unik saat registrasi. Kode QR inilah yang kemudian dipindai untuk mengkonfirmasi kehadiran dan menampilkan data peserta.
M. Azis Tunny, Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Periode 2021-2024 yang baru demisioner, menegaskan pentingnya terobosan ini.
“Penerapan sistem barcode bagi semua peserta Musda XII menjadikan HIPMI Maluku sebagai pioner atau organisasi pertama di Maluku yang menerapkan sistem digitalisasi bagi peserta acara,” ujar Tunny.
Dirinya menyatakan kebanggaan dan memeberikan apresiasi atas kinerja Stering Comitte (SC) yang diketuai Gadri Ramadha Attamimi dan tim. Dirinya juga memberikan apresiasi kepada jajara panitia yang berhasil mengawal agenda akbar tersebut.
Sementara Ketua SC Musda BPD HIPMI Maluku Gadri R Attamimi mengakui pihaknya mengambil langkah berani dengan memanfaatkan digitalisasi dan teknologi.
Lagkah ini kata Attmimi mencerminkan komitmen organisasi untuk mengikuti perkembangan teknologi dan meningkatkan efisiensi.
Attamimi menjelaskan mekanisme untuk memperoleh ID Card dengan barcode, setiap BPC wajib memberikan nama-nama anggotanya melalui Surat Mandat yang resmi.
Syarat mutlaknya, setiap anggota yang didelegasikan harus telah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) HIPMI yang aktif.
Menurutnya, sistem barcode yang digunakan terintegrasi langsung dengan Hipmigo, aplikasi keanggotaan resmi HIPMI.
“Jadi semua peserta wajib ber-KTA. Selain untuk akses masuk ke arena Musda, ketika barcode di-scan, data lengkap peserta akan muncul di layar standing TV yang disediakan di pintu masuk arena Musda. Proses scan ini sekaligus berfungsi sebagai absensi digital yang real-time dan terverifikasi,” jelas Attamimi.
Penerapan sistem digital ini mendapatkan apresiasi positif dari peserta. Selain mempercepat proses registrasi ulang dan absensi, sistem ini juga meningkatkan akurasi data dan memberikan pengalaman partisipasi yang lebih modern dan terorganisir.
Keberhasilan Musda XII HIPMI Maluku dengan sistem barcode ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi organisasi lain di Maluku untuk memanfaatkan teknologi dalam mengelola acara skala besar.***






































































Discussion about this post