Polda Maluku Didesak Usut Tuntas Dugaan Pemasok Sianida ke Tambang Ilegal Gunung Botak

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 25 Juni 2025 - 16:17 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Perhimpunan Mahasiswa Nusa Ina (Permanusa) mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Maluku untuk segera mengusut dan menindak tegas dugaan penyelundupan bahan kimia berbahaya berupa sianida ke wilayah tambang ilegal Gunung Botak, Kabupaten Buru.

Desakan ini muncul setelah mencuatnya nama Pitoyo Suwanto, yang diduga sebagai pemasok utama zat beracun tersebut.

Koordinator Permanusa, M. Rum Bugis, menyebut Pitoyo sebagai salah satu aktor kunci dalam sindikat pemasok Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) jenis sianida.

Sindikat ini diduga menjalankan operasinya dengan modus pengiriman menggunakan kontainer dari Surabaya ke Pulau Buru. “Pitoyo adalah sosok yang selama ini kebal hukum, meski namanya sudah beberapa kali disebut dalam kasus serupa,” tegas Rum Bugis dalam keterangan persnya, Selasa (25/6).

Berdasarkan hasil investigasi Permanusa, diperkirakan sebanyak 350 kaleng sianida akan diselundupkan melalui Pelabuhan Ambon dan Namlea, lalu digunakan untuk aktivitas pengolahan emas secara ilegal di kawasan Gunung Botak.

Bahan kimia beracun ini biasa digunakan dalam metode perendaman dan sistem tong, yang sangat berisiko bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.

Permanusa juga menyinggung kasus serupa yang terjadi pada tahun 2023, ketika kontainer bermerek KEMAS LINE berisi sianida ditemukan di kawasan Gunung Tatanggo, Namlea.

Kala itu, Pitoyo juga diduga menjadi aktor utama, namun kasus tersebut hingga kini tidak pernah diproses secara hukum dan tenggelam tanpa kejelasan.

Baca Juga :  Semarak 80 Tahun Kemerdekaan, Bupati SBT Sebut Expo Momentum Dorong Ekonomi Kreatif dan UMKM Lokal

“Ini bukan hanya pelanggaran hukum, tapi kejahatan terhadap lingkungan hidup dan masa depan masyarakat Pulau Buru,” tegas Tomagola, salah satu aktivis Permanusa lainnya.

Atas dasar itu, Permanusa mendesak Polda Maluku untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh, membongkar jaringan distribusi sianida ilegal, serta mengambil langkah preventif untuk mencegah masuknya bahan kimia berbahaya ke kawasan pertambangan liar.

“Penegakan hukum yang tegas dan transparan sangat penting, tidak hanya untuk menegakkan keadilan, tetapi juga untuk menyelamatkan ekosistem Pulau Buru dari kerusakan permanen akibat penggunaan sianida,” tutup Rum Bugis.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Berita Terbaru