Wakil Gubernur Maluku Siap Hadapi Proses Hukum

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 31 Juli 2025 - 01:59 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menyatakan kesiapannya untuk menjalani proses hukum atas dugaan penistaan agama, menyusul pernyataannya dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang dinilai menyinggung umat Islam dan memicu keresahan publik.

Pernyataan tersebut disampaikan Vanath dalam video resmi klarifikasinya usai menghadiri pertemuan tertutup dengan pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku di Ambon, Rabu malam (30/7).

“Saya siap mempertanggungjawabkan ucapan saya. Apakah itu masuk kategori penistaan agama atau tidak, mari kita buktikan secara hukum,” tegas Vanath dalam pernyataannya.

Klarifikasi ini disampaikan setelah sejumlah pihak menyatakan keberatan atas pernyataan Vanath yang beredar di media sosial dalam bentuk potongan video. Di beberapa forum, pernyataannya dianggap kontroversial dan menyulut sentimen keagamaan.

Vanath mengakui bahwa ucapannya disalahpahami dan menimbulkan keresahan, khususnya di kalangan umat Muslim. Ia pun menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat.

“Kalau ada yang tersinggung, saya dengan rendah hati meminta maaf. Tidak ada niat untuk menyinggung atau merendahkan,” ujarnya.

Meski telah meminta maaf, proses hukum terhadap pernyataan tersebut telah mulai bergulir.

Sejumlah organisasi masyarakat disebut telah melayangkan laporan resmi ke pihak berwenang.

Baca Juga :  Lewerissa Terima Kunker Komisi IX DPR-RI di Maluku

Dalam konteks ini, pernyataan Vanath yang menyatakan “siap mempertanggungjawabkan secara hukum” menjadi titik krusial dari perkembangan kasus ini.

Langkah permohonan maaf Vanath mengikuti jejak Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, yang sebelumnya juga menyampaikan pernyataan serupa guna meredakan ketegangan publik.

Selain itu, Vanath mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh potongan video yang tidak utuh dan menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KNPI Tanimbar: Kembalikan Blok Masela ke Offshore, Hentikan Polemik Lermatang
Bupati SBT Teken MoU Investasi Sagu di Forum Bisnis Sagu
Babinsa di SBT dan KKT Perkuat Kepedulian Sosial serta Dorong Generasi Muda Jadi Prajurit TNI
Tuntas Pembangunan Jembatan, Masyarakat Minta Pangdam Resmikan
Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 05:48 WIT

KNPI Tanimbar: Kembalikan Blok Masela ke Offshore, Hentikan Polemik Lermatang

Kamis, 5 November 2026 - 04:58 WIT

Bupati SBT Teken MoU Investasi Sagu di Forum Bisnis Sagu

Kamis, 5 November 2026 - 02:58 WIT

Babinsa di SBT dan KKT Perkuat Kepedulian Sosial serta Dorong Generasi Muda Jadi Prajurit TNI

Kamis, 5 November 2026 - 02:48 WIT

Tuntas Pembangunan Jembatan, Masyarakat Minta Pangdam Resmikan

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Berita Terbaru

Trend Maluku

Bupati SBT Teken MoU Investasi Sagu di Forum Bisnis Sagu

Kamis, 5 Nov 2026 - 04:58 WIT

Trend Maluku

Tuntas Pembangunan Jembatan, Masyarakat Minta Pangdam Resmikan

Kamis, 5 Nov 2026 - 02:48 WIT