Poros Utama MI Masih Mendominasi Politik Maluku

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 29 Juli 2024 - 07:01 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Irjen Pol (Purn) H. Murad Ismail.*

Irjen Pol (Purn) H. Murad Ismail.*

Ambon, Maluku-– IRJEN Pol (Purn) Murad Ismail Gubernur Maluku periode 2019-2024 masih sangat panas dibincangkan meski telah melepas jubah kekuasaannya pada 24 April 2024 lalu. Jenderal eks Brimob itu dikenal luas masyarakat Maluku sejak bertugas menjadi Kapolda Maluku pada 2013 silam.

Murad mengubah arah karirnya ke arus politik Maluku pada 2019. Dan berhasil merebut puncak kepemimpinan rakyat Maluku, (Gubernur). Jalan panjang karir politik pria kelahiran 11 September 1961 itu dimulai.

Meski terbilang baru menapaki aral Politik di Bumi raja-raja, Murad begitu lihai memainkan peran sentralnya sebagai tokoh politik yang kokoh.

Murad belakangan menjadi primadona politisi muda Maluku. Bagaimana tidak, kecerdasannya bisa dibilang warisan dari jiwa korsa institusi lamanya. Sehingga, Petahana kala itu pun mampu ditumbangkan. Bahkan lebih dari itu, konsolidasi kilat 11 kabupaten/kota di Maluku dilakukan MI sehingga membetuk poros baru MI yang hingga kini tak dapat didobrak. Gaya Politik MI akhirnya menjadi trend dikalangan Politisi Muda Maluku.

Sepintas gambaran karakter MI yang diketahui selama mengawali kariernya adalah, “Memanjakan – Mengeksekusi.” Untuk mengetahui sejauh mana loyalitas serta kinerja, MI meberikan peluang dan kesempatan. Ini sehingga, banyak kelompok bahkan tokoh politisi hilang kendali yang berujung tereksekusi “Perceraian” dengan poros utama MI.

Baca Juga :  Bijak Menyantap Hidangan Idul Adha: Waspadai Risiko Kesehatan dari Konsumsi Berlebih Daging dan Santan

Kesemuaan yang telah teradi sejak awal meniti karier 2019 merupakan strategi apik MI untuk mendapatkan loyalis yang benar-benar se-visi dengannya. Yakni membangun Maluku sebagimana amanat UU dengan mengedepankan nilai-nilai budaya orang basudara di Maluku.

MI memahami betul, rupa-rupa dinamika dan intrik politik pada kontestasi politik di aras lokal Maluku. Menandakan bahwa iklim politik MI tumbuh dan berkembang mewarnai kehidupan sosial dan politik, mulai dari yang halus sampai yang kasar; mulai dari yang tersirat sampai yang tersurat.

Dia memahami, politik memang memberikan giuran yang menjanjikan untuk merebut kekuasaan atau berkuasa dan semua aktor politik merasa memiliki kemampuan untuk memenangkan kontestasi politik khususnya pada aras lokal. Dan pada level ini, para aktor seringkali melupakan kalkulasi-kalkulasi politik.

Sehingga banyak aktor politik, baik muda maupun tua terjebak dengan sikap MI yang sesungguhnya. Sejumlah aktor diberi porsi mulanya dengan memimpin sejumlah lembaga formal pemerintah maupun non pemerintah.

Tapi setelahnya hilang bak ditelan bumi. Begitulah MI mengeksekusi Kebijaksanaan yang tersirat, “Merangkul perbedaan untuk menciptakan keadilan.” 

Pertanyaanya kemudian, apakah mereka-mereka yang telah tereksekusi bisa kembali memulihkan atau membentuk poros lain. Ini perihal kepercayaan.

Strategi politik menjadi kunci penting dalam kontestasi politik, bagaimanapun kegagalan merencanakan kemenangan berarti sedang merencanakan kegagalan dalam kontestasi politik.

MI Menyadari penuh hal itu memegang peran yang sangat penting. Buah dari ketegasan strateginya, MI memiliki loyalis yang lahir dari orang-orang yang tidak tergiur kekuasaan, tidak tergiur kepentingan sesaat. Yang ada hanya loyalis bermental baja dan siap bertarung.

Kualitas dan Kuantitas poros MI saat ini berjalan seiring sejalan dalam menghadapi Pilkada 2024. Capaian serta prestasi selama menjadi Gubernur Maluku menjadi peluru nantinya. Masyarakat umumnya tidak membutuhkan janji politik, melainkan bukti nyata sebagaimana yang telah ditunjukan MI selama menjadi Gubernur Maluku.

Meski diakui, dalam prosesnya diperhadapkan dengan cobaan bencana (Gempa Bumi 2019-2020, Covid19) yang tentu menguras anggaran dan pikiran. Tapi dapat dilewati dengan prestasi yang cukup gemilang.

MI masih kuat dengan porosnya sebagai patron politik Maluku dalam Pilkada Maluku 2024. Calon rival yang akan beradu wajib berfikir dua kali, menyusun strategi yang matang sebelum terjun bebas ke hajat Lima tahunan pada 27 November 2024 mendatang.***

Muhammad Fahrul Kaisuku
Muhammad Fahrul Kaisuku
  • Oleh: M. Fahrul Kaisuku
    – Direktur Rumah Inspirasi dan Literasi
    – Praktisi Media
Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Suara Perempuan, Semangat Perjuangan, dan Tanggung Jawab Menyiapkan Generasi Penerus
Merkuri Seram Terbaik di Dunia
Memilih Kader atau Mendorong Ketidak Pastian Elektoral Bagi Demokrat Maluku?
Membaca ‘Etika’ Politik RBS; Relasi Politik dan Loyalitas Tanpa Kompromi
Hilirisasi Kelapa dan Pala: Jalan Kesejahteraan dan Masa Depan Generasi Muda Maluku Tengah
Gubernur Hendrik Lewerissa Dibiarkan Hadapi Badai Opini Sendirian, Mesin Birokrasi Pemprov Dimatikan
BUMD di Maluku Sedang Sakit
Butuh Peta Jalan Pendidikan Berbasis Kepulauan di Maluku

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 02:09 WIT

Suara Perempuan, Semangat Perjuangan, dan Tanggung Jawab Menyiapkan Generasi Penerus

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:32 WIT

Merkuri Seram Terbaik di Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:13 WIT

Memilih Kader atau Mendorong Ketidak Pastian Elektoral Bagi Demokrat Maluku?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:02 WIT

Membaca ‘Etika’ Politik RBS; Relasi Politik dan Loyalitas Tanpa Kompromi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:42 WIT

Hilirisasi Kelapa dan Pala: Jalan Kesejahteraan dan Masa Depan Generasi Muda Maluku Tengah

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT