Totalitas Pemuda Negarawan: Pilar Kebangkitan Bangsa

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 2 Mei 2025 - 15:31 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Jakarta,- Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, peran pemuda tak pernah menjadi sekadar pelengkap. Mereka adalah penggerak perubahan, penyulut semangat kebangsaan, dan penjaga nilai-nilai luhur.

Namun untuk menjadi “pemuda negarawan”, dibutuhkan lebih dari sekadar semangat—yang diperlukan adalah totalitas: kesungguhan dalam pikiran, jiwa, dan tindakan.

Kesadaran Kolektif: Fondasi Persatuan

Kesadaran kolektif menjadi dasar dari semangat kebangsaan. Hal ini telah tercermin dalam peristiwa bersejarah Sumpah Pemuda 1928, ketika anak-anak bangsa dari berbagai latar belakang menyatakan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia. Nilai-nilai ini kemudian diperkuat dalam Pembukaan UUD 1945, alinea keempat, yang menegaskan komitmen untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darahnya.

Gagasan Kolektif: Merumuskan Visi Bangsa

Kesadaran bersama itu lalu melahirkan gagasan kolektif berupa ide-ide besar yang merumuskan arah pembangunan bangsa. Pancasila hadir sebagai gagasan pemersatu yang mengikat perbedaan dalam satu kesatuan cita-cita. Di sini, peran pemuda menjadi krusial—bukan hanya sebagai pelaku sejarah, tapi sebagai penjaga arah masa depan bangsa.

Aksi Kolektif: Membumikan Nilai dalam Tindakan

Namun gagasan tak akan bermakna tanpa tindakan. Aksi kolektif menjadi implementasi nyata dari idealisme kebangsaan. Sejarah mencatat inisiatif pemuda dalam berbagai fase penting, seperti peristiwa Rengasdengklok menjelang Proklamasi. Kini, aksi kolektif itu hadir dalam bentuk partisipasi aktif dalam pembangunan, inovasi sosial, dan kerja-kerja pemberdayaan masyarakat.

Pemuda Negarawan: Menjaga Nilai, Merawat Bangsa

Menjadi pemuda negarawan berarti menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan. Ia memiliki visi jangka panjang, menjunjung tinggi etika publik, dan senantiasa berorientasi pada kemaslahatan.

Pemuda Muhammadiyah, sejak didirikan pada 2 Mei 1932, telah membuktikan komitmennya dalam menjadi bagian dari solusi bangsa—melalui pendidikan, gerakan sosial, advokasi, dan kerja nyata lainnya.

Totalitas: Kunci Menggerakkan Perubahan

Makna totalitas itu juga terangkum dalam bait lagu Indonesia Raya: “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya.” Itulah pesan abadi bahwa pembangunan bangsa harus menyeluruh, dari pembentukan karakter hingga pembangunan fisik.

Baca Juga :  UIN AM Sangadji Ambon dan Pemkab Seram Bagian Timur Teken MoU, Perkuat Kolaborasi Pembangunan Daerah

Totalitas ini pula yang menjadi ruh gerakan Pemuda Muhammadiyah dalam menghadirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Menyongsong Masa Depan

Menatap masa depan, pemuda Indonesia dituntut untuk adaptif, kreatif, dan berdaya saing global. Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, pemuda harus menjadi pembelajar sepanjang hayat, pembaru dalam ruang-ruang sosial, dan penjaga integritas publik.

Pemuda Muhammadiyah berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas kader, agar mampu menjawab tantangan zaman dan mewarnai masa depan Indonesia dengan spirit keislaman dan kemajuan.

Dengan semangat totalitas dan visi kenegarawanan, pemuda Indonesia akan tetap menjadi pilar kebangkitan bangsa—bukan hanya hari ini, tapi juga untuk generasi yang akan datang.***

Sumber: https://pwmu.co/419322/05/02/totalitas-pemuda-negarawan/

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Momentum Sumpah Pemuda, Subhan Pattimahu Dorong Prabowo Bentuk Kementerian Peranan Pemuda
Suara Perempuan, Semangat Perjuangan, dan Tanggung Jawab Menyiapkan Generasi Penerus
Merkuri Seram Terbaik di Dunia
Meriahkan Sumpah Pemuda 2026, IMM dan HMI SBB Kolaborasi Gelar Dialog Publik
Tiga Menteri Direncanakan Hadiri Muktamar KAMMI ke-14 di Ambon
Memilih Kader atau Mendorong Ketidak Pastian Elektoral Bagi Demokrat Maluku?
UIN AM Sangadji Ambon dan Pemkab Seram Bagian Timur Teken MoU, Perkuat Kolaborasi Pembangunan Daerah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:30 WIT

Momentum Sumpah Pemuda, Subhan Pattimahu Dorong Prabowo Bentuk Kementerian Peranan Pemuda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 02:09 WIT

Suara Perempuan, Semangat Perjuangan, dan Tanggung Jawab Menyiapkan Generasi Penerus

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:32 WIT

Merkuri Seram Terbaik di Dunia

Kamis, 22 Oktober 2026 - 03:54 WIT

Meriahkan Sumpah Pemuda 2026, IMM dan HMI SBB Kolaborasi Gelar Dialog Publik

Berita Terbaru