Ambon, Maluku — Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku melakukan kunjungan kerja ke Terminal Peti Kemas Ambon milik Pelindo, Rabu (22/5), guna meninjau langsung operasional pelabuhan serta menyampaikan hasil kajian terkait proyeksi kapasitas dan dinamika lalu lintas logistik di kawasan tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, KNPI Maluku menyampaikan bahwa berdasarkan hasil kajian internal, kapasitas terminal peti kemas di Ambon dinilai masih memadai untuk menunjang arus logistik dalam jangka waktu 10 hingga 15 tahun ke depan.
Namun, dibutuhkan langkah-langkah antisipatif agar terminal tidak mengalami kelebihan beban di masa mendatang.
“Dari pengamatan dan kajian kami, pelabuhan ini masih cukup mampu menopang aktivitas logistik dalam satu hingga satu setengah dekade ke depan, asalkan disertai dengan pengelolaan lalu lintas dan penataan area pelabuhan yang lebih tertib dan efisien,” ujar Ketua KNPI Maluku.
Salah satu isu utama yang disoroti adalah kemacetan lalu lintas di kawasan pelabuhan, terutama pada jam-jam sibuk bongkar muat. Penumpukan kendaraan, terbatasnya lahan parkir, serta belum optimalnya jalur khusus untuk kendaraan non-kontainer disebut menjadi penyebab utama kendala tersebut.
Selain itu, KNPI juga menyoroti mekanisme biaya pengawalan kendaraan logistik yang dinilai berpotensi membebani pelaku usaha.
“Jika setiap kendaraan logistik dikenakan biaya sewa pengawalan setiap kali melintas, tentu hal ini berpotensi meningkatkan beban operasional dan berdampak pada biaya logistik secara keseluruhan. Perlu solusi yang lebih sistematis dan adil bagi semua pihak,” tambahnya.
Di sisi lain, KNPI Maluku memberikan apresiasi terhadap keterlibatan tenaga kerja lokal dalam kegiatan operasional pelabuhan. KNPI turut mengusulkan adanya sinergi jangka panjang antara Pelindo dan pemuda daerah melalui program-program pemberdayaan yang berkelanjutan, termasuk kegiatan sosial dan pelatihan keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar pelabuhan.
“Kami berharap kolaborasi ke depan dapat menciptakan dampak positif tidak hanya bagi kelancaran logistik, tetapi juga bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar,” tutupnya. ***







































































Discussion about this post