Ambon, Maluku – Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku, Dr. Achmad Jais Ely, langsung bergerak cepat menindaklanjuti amanah yang diberikan oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa. Hari pertamanya bertugas, Kamis (03/06) dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi internal sekaligus meninjau langsung kondisi Pasar Mardika Baru di Kota Ambon.
Mengawali hari dengan pertemuan bersama jajaran ASN Disperindag, Jais menekankan pentingnya menyamakan persepsi, menyelaraskan ritme kerja, serta menegaskan komitmen pelayanan publik yang bersih, responsif, dan bertanggung jawab.
Usai rapat, Jais didampingi timnya langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Mardika Baru.
Dalam tinjauan tersebut, ia mencermati langsung kondisi pasar yang saat ini cukup memprihatinkan.
Sejumlah temuan penting muncul, seperti pompa air yang tidak berfungsi, lingkungan pasar yang terlihat kotor dan semrawut, serta eskalator yang tak bisa digunakan.
Selain itu, masih banyak lapak dan kios yang belum ditempati oleh pedagang, menunjukkan bahwa pengelolaan pasar belum berjalan optimal.
“Ternyata kondisi pasar lumayan kotor, berantakan, dan tidak terurus. Setelah saya kelilingi pasar, banyak masalah yang harus segera dibenahi,” ujar Jais.
Jais juga menyoroti lemahnya sistem kerja internal di Pasar Mardika, meskipun struktur personalia ada. Ia menyatakan bahwa sistem tidak berjalan sebagaimana mestinya
“Artinya ada orang, tetapi tidak ada sistem yang bekerja,” tegasnya.
Menindaklanjuti hasil tinjauan tersebut, Jais langsung mengumpulkan seluruh pejabat terkait di lingkungan Disperindag guna membahas langkah cepat dan strategis dalam penanganan persoalan Pasar Mardika.
Ia juga memastikan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Ambon untuk mempercepat penanganan masalah sampah di area pasar, yang selama ini belum tertangani secara baik.
“Soal sampah saya tidak bisa bekerja sendiri. Ini harus didukung penuh dengan komitmen bersama. Pesan Bapak Gubernur jelas, bahwa pelayanan kepada masyarakat lebih penting dari segala-galanya. Itu yang akan kita wujudkan,” tandasnya.
Jais menegaskan bahwa pembenahan Pasar Mardika menjadi prioritas utama dalam masa jabatannya sebagai Plh Kadis Perindag.
Menurutnya, pasar sebagai ruang interaksi ekonomi masyarakat harus dikelola dengan baik agar dapat berkontribusi optimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun lebih dari itu, demi kenyamanan masyarakat pengguna.
“Pelayanan kepada masyarakat lebih penting dari apa pun, sehingga kami sebagai aparatur akan bekerja keras untuk memperbaiki kondisi Pasar Mardika,” tutup Jais.***





































































Discussion about this post