Hadapi RDP DPRD SBB, PT SIM Luruskan Informasi soal PHK

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 28 Juli 2025 - 10:40 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Piru, Maluku— PT Spice Island Maluku (SIM), perusahaan yang telah beroperasi sejak 2018 dan menunjukkan pertumbuhan konsisten hingga 2024, membantah kabar mengenai adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Dalam pernyataan resminya, manajemen PT SIM menegaskan bahwa yang terjadi bukanlah PHK, melainkan berakhirnya masa kerja sejumlah karyawan kontrak sesuai dengan perjanjian kerja yang telah disepakati sejak awal.

Penegasan ini disampaikan oleh perwakilan manajemen, Eko Ansari, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seram Bagian Barat, para tokoh adat (raja-raja), serta pemangku kepentingan lainnya.

RDP tersebut berlangsung di Kantor Sementara DPRD Kairatu pada Senin, 28 Juli 2025.

Eko Ansari menjelaskan bahwa para karyawan yang kontraknya tidak diperpanjang pada 1 Juli 2024 dan 22 Januari 2025 merupakan pekerja kontrak dengan masa kerja tertentu yang telah berakhir sesuai ketentuan yang berlaku.

“Tidak ada pemutusan hubungan kerja sepihak. Semua berjalan sesuai dengan kontrak yang telah disepakati, dan perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban, termasuk pemberian kompensasi kepada karyawan,” ujar Eko.

Baca Juga :  Pekerja PT SIM Geruduk Kantor Bupati SBB, Ancam Tolak Proyek MIP jika Penangguhan Tak Dicabut

Kehadiran PT SIM dalam forum resmi ini bertujuan untuk meluruskan berbagai informasi yang berkembang di masyarakat dan media, serta memberikan klarifikasi langsung kepada pihak-pihak terkait.

Di sisi lain, Bupati Seram Bagian Barat melalui surat resmi bernomor 600.4.17.2/249 tertanggal 14 Juli 2025, menginstruksikan kepada Direktur Utama PT SIM untuk menangguhkan sementara aktivitas land clearing di area Izin Usaha Perkebunan (IUP) Desa Kawa yang masih dalam status sengketa.

Namun demikian, kegiatan operasional di area yang tidak bermasalah tetap diperbolehkan untuk dilanjutkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru