Ambon, Maluku– Dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun ke-450 Kota Ambon, Pemerintah Kota Ambon resmi merilis logo peringatan dengan mengusung tema “Bergerak Bersama Par Ambon, Maluku Deng Indonesia Pung Bae.”
Ketua Seksi Publikasi Panitia HUT ke-450 Kota Ambon, dr. Ir. Ronald Lekransy, menjelaskan bahwa logo ini bukan sekadar representasi angka, melainkan visual simbolik yang mencerminkan jati diri Kota Ambon.
Angka 4 terinspirasi dari bentuk Jembatan Merah Putih yang menjadi ikon kemajuan kota.
Angka 5 menggambarkan kekayaan laut Ambon, yang memancarkan keindahan alam dan budaya bahari.
Angka 0 berbentuk lingkaran emas, melambangkan pengakuan Ambon sebagai City of Music serta simbol besar menuju Indonesia Emas 2025.
Selain itu, angka 0 juga memuat elemen laut yang menyatu membentuk tahuri—alat musik tradisional khas Maluku—dengan logo Ambon City of Music di bagian dalam.
Elemen ini menegaskan bahwa musik adalah jiwa Kota Ambon. Siluet gedung di dalamnya melambangkan pembangunan fisik yang berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan keindahan alam, menciptakan harmoni antara kemajuan dan identitas lokal.
“Deretan siluet gedung mencerminkan pertumbuhan Kota Ambon menuju kota modern, sekaligus menegaskan bahwa Ambon tidak hanya kaya budaya dan alam, tetapi juga terus maju dalam pembangunan infrastruktur dan tata kota,” ujar Lekransy.
Tema “Bergerak Bersama Par Ambon, Maluku Deng Indonesia Pung Bae” ditampilkan dengan tipografi berwarna merah, yang menjadi ajakan semangat bagi seluruh elemen masyarakat pemerintah, komunitas, pemuda, dan warga untuk bersinergi demi kemajuan bersama.
Warna merah dipilih karena melambangkan semangat juang, keberanian, dan kekuatan jiwa masyarakat Ambon.
“Pesan ini bukan hanya untuk kemajuan Ambon, tetapi juga untuk membawa Maluku berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Pihaknya berharap logo HUT ke-450 ini dapat memperkuat rasa cinta masyarakat terhadap Kota Ambon serta menjadi simbol pengikat semangat kebersamaan.
“Logo ini tidak hanya menjadi penanda peringatan, tetapi juga pendorong motivasi untuk melangkah menuju Ambon yang maju, menjunjung budaya, dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa,” pungkasnya. ***







































































Discussion about this post