Manajer PT SIM Kabur dari Rapat Sengketa Lahan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 23 September 2025 - 03:45 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Piru, Maluku– Rapat sengketa lahan antara PT SIM, masyarakat Dusun Pelita Jaya Desa Eti, dan keluarga pemilik lahan Olswezcky di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) berakhir dengan drama memalukan. Manajer PT SIM, Eko, memilih kabur dari ruang rapat lantai II kantor bupati saat audiensi masih berlangsung.

Pertemuan penting yang dipimpin Sekretaris Daerah Levener Alvin Tuasuun, Wakil Ketua I DPRD Arifin Pondan Chrisya, dan Wakil Ketua II DPRD Abdul Rauf Latulumamina, serta dihadiri jajaran DPRD dan sejumlah kepala OPD, semestinya menjadi momentum penyelesaian konflik.

Namun, justru berakhir dengan sikap arogan pihak perusahaan. Konflik PT SIM dengan masyarakat Dusun Pelita Jaya telah berlangsung lama.

Warga menolak perluasan lahan karena tidak ada kesepakatan awal, bahkan perusahaan dituding melepaskan hak lahan warga dengan harga “murah meriah” Rp5 juta per hektare tanpa persetujuan pemilik.

Ketika pemerintah daerah dan DPRD mencoba memediasi, bukannya duduk mencari solusi, manajer PT SIM malah kabur meninggalkan rapat. Aksi itu sontak memicu kekecewaan besar.

“Ini pelecehan terhadap pemerintah daerah dan DPRD. Belum ada keputusan, tiba-tiba manajer PT SIM tinggalkan rapat dengan alasan perusahaan mau tutup. Ini bukti mereka tidak menghargai proses hukum maupun mediasi,” tegas Tuasuun dengan nada geram.

Padahal menurut Abdul Rauf Latulumamina, rapat sudah hampir mencapai kesepakatan atas lahan 15 hektare yang disengketakan. Dua poin inti yang hendak dibacakan adalah:

  • Mediasi secara kekeluargaan antara keluarga Olswezcky dan masyarakat Pelita Jaya.
  • Bila mediasi gagal, jalur hukum akan ditempuh.

Namun, sebelum kesimpulan dibacakan, manajer PT SIM kabur sambil melempar ancaman bahwa perusahaan akan menutup permanen operasinya di SBB per 3 September 2025.

“Kalau seperti ini, jelas PT SIM tidak punya niat baik. Mereka lari dari tanggung jawab dan mempermalukan forum resmi. Ini preseden buruk bagi dunia investasi di daerah kita,” tegas Latulumamina.

Baca Juga :  Anak Muda Maluku Sampaikan Tuntutan Keadilan Akses Digital kepada Menteri Komdigi

Meski begitu, pemerintah daerah masih berusaha membuka ruang dialog.

“Kami tetap menunggu sikap resmi dari pimpinan PT SIM. Tanpa surat penutupan permanen, pemerintah akan terus berupaya agar konflik diselesaikan secara sah dan bermartabat,” tegas Tuasuun.

Audiensi ini turut dihadiri anggota DPRD dan pejabat penting seperti Andy Nur Akbar, Anwar Tiha, Monica Istia, Juadi, Rudin Tomia, Asrul Kaisuku, Ridal Kaisupy, Fredy Pentury, dan Grek Suripaty, menunjukkan betapa seriusnya pemerintah menangani persoalan lahan yang telah bertahun-tahun menimbulkan keresahan warga.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru