Ambon – Ketua DPRD Provinsi Maluku dari Fraksi PDI Perjuangan, Benhur George Watubun, mendesak Presiden Prabowo Subianto turun tangan mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Desakan ini muncul menyusul terjadinya sejumlah kasus keracunan siswa yang diduga bersumber dari makanan dalam program tersebut.
“Bagaimana tidak, hampir di setiap daerah secara nasional selalu ada keluhan siswa terkait peristiwa keracunan MBG. Bahkan di Maluku, baru pada bulan September 2025 saja sudah terjadi tiga kasus,” ujar Benhur dalam keterangannya.
Ia menilai evaluasi harus dilakukan terutama dari aspek penyaluran dan pengelolaan.
Menurutnya, jika program MBG tetap dipertahankan sesuai visi Presiden, maka pelaksanaannya harus benar-benar menjamin keamanan dan kualitas makanan.
“Saya kira skema MBG harus diubah. Sebaiknya dana diberikan langsung kepada orang tua siswa untuk memasak makanan sesuai standar gizi, agar terbebas dari masalah keracunan.”
“Saya menduga pihak pengelola MBG kurang teliti sehingga pelaksanaannya terkesan asal-asalan. Buktinya, banyak kasus keracunan terjadi,” tegas Benhur.
Seperti diketahui, program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah di seluruh Indonesia.
Namun, laporan mengenai kasus keracunan makanan di sejumlah daerah belakangan ini menimbulkan sorotan publik dan mendorong desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh.***







































































Discussion about this post