Ambon, Maluku— Pemuda Muhammadiyah Maluku mendesak Kepolisian Daerah Maluku segera mengambil langkah tegas untuk mengusut tuntas rangkaian kasus pembacokan yang kembali marak terjadi di Kota Ambon dalam beberapa waktu terakhir.
Ketua Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku Bidang Ketahanan Nasional, Bahar Kubangun, menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya tindak kekerasan di ruang publik yang dinilai menimbulkan kegelisahan masyarakat. Ia menegaskan bahwa keamanan kota merupakan tanggung jawab negara, sehingga kepolisian perlu menunjukkan langkah konkret dan hasil penegakan hukum yang dapat dilihat publik.
“Kami meminta Polda Maluku dan jajaran Kepolisian Kota Ambon mengusut tuntas setiap kasus pembacokan yang terjadi. Beberapa kejadian sebelumnya telah terekam CCTV, namun hingga kini pelakunya belum teridentifikasi. Ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait efektivitas penegakan hukum dan sistem keamanan kota,” ujar Bahar Kubangun.
Dalam beberapa pekan terakhir, aksi pembacokan dilaporkan terjadi di sejumlah titik di Kota Ambon. Salah satu korban, Syarifudin Suatrat, masih menjalani perawatan di RS Leimena setelah mengalami serangan bersenjata beberapa hari lalu. Tidak lama berselang, seorang mahasiswa kembali menjadi korban pembacokan di kawasan Wara–STAIN. Kedua kasus tersebut diduga dilakukan oleh pelaku tidak dikenal dan hingga kini belum terungkap identitas maupun motifnya.
Bahar menyatakan bahwa maraknya kasus ini telah memunculkan rasa takut di masyarakat dan mengganggu stabilitas keamanan daerah. Ia menekankan perlunya langkah cepat, profesional, dan transparan dari kepolisian untuk mengungkap para pelaku serta mencegah agar insiden serupa tidak terus berulang.
“Kami tidak ingin Ambon kembali dicap sebagai kota yang rawan kekerasan. Tindakan tegas dan sistematis sangat diperlukan untuk memulihkan rasa aman publik,” katanya.
Pemuda Muhammadiyah Maluku turut mendorong pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam pencegahan kriminalitas jalanan melalui optimalisasi CCTV, peningkatan patroli, serta edukasi keamanan dan ketertiban.
“Kami siap berkolaborasi dalam program pencegahan kekerasan berbasis komunitas. Keamanan adalah fondasi ketahanan nasional dan tidak boleh dibiarkan melemah oleh tindakan kriminal yang tidak tertangani,” tutup Bahar.***







































































Discussion about this post