SBT, Maluku,- Persatuan Mahasiswa dan Pemuda Desa Tunsai, Kecamatan Siwalalat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), menggelar berbagai lomba rakyat sebagai bagian dari rangkaian kegiatan hiburan bagi masyarakat pasca Hari Raya Idulfitri, Jumat (20/03/2026).
Kegiatan tersebut diisi dengan beragam perlombaan tradisional yang sarat makna kebersamaan, di antaranya lomba makan kerupuk, joget balon, gigi sendok, hingga tarik tambang. Lomba-lomba ini menjadi hiburan rakyat yang selalu dinantikan warga setiap tahunnya.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Sejak awal kegiatan berlangsung, warga tampak antusias memadati lokasi lomba untuk ikut serta maupun sekadar menyaksikan jalannya perlombaan.
Gelak tawa dan sorak sorai penonton mewarnai setiap perlombaan. Pada lomba makan kerupuk, misalnya, peserta dituntut menghabiskan kerupuk yang digantung tanpa menggunakan tangan.
Aksi-aksi lucu para peserta sukses mengundang tawa dan menciptakan suasana penuh keakraban.

Tak kalah menarik, lomba gigi sendok juga menyedot perhatian warga. Dalam lomba ini, peserta harus membawa mutel menggunakan sendok yang digigit, lalu berjalan menuju titik pengisian yang telah ditentukan panitia. Ketelitian dan keseimbangan menjadi kunci utama untuk memenangkan perlombaan ini.
Ketua penyelenggara kegiatan, Galang Pikauly, menyampaikan bahwa lomba tersebut tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Kegiatan ini katong (Kami) selenggarakan sebagai bentuk kebersamaan pemuda dan masyarakat Desa Tunsai. Selain untuk memeriahkan suasana pasca Lebaran, juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi antarwarga,” ujarnya disela-sela kegiatan.
Ia juga berharap, kegiatan semacam ini dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari tradisi masyarakat desa.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan setiap tahun, karena selain menghibur, juga memperkuat kekompakan dan rasa persaudaraan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Dengan adanya kegiatan tersebut, masyarakat Desa Tunsai tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas sosial yang menjadi ciri khas kehidupan bermasyarakat di pedesaan.*







































































Discussion about this post