Ambon, Maluku — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa momentum Halal Bihalal menjadi ruang strategis untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat persatuan masyarakat dalam menghadapi tekanan ekonomi akibat dinamika geopolitik global.
Hal itu disampaikan Lewerissa saat menghadiri Halal Bihalal Partai Gerindra Maluku bersama kader dan relawan di Gedung Islamic Center Waihaong, Ambon, Selasa (07/04) malam.
Menurutnya, kondisi geopolitik dunia, khususnya konflik di Timur Tengah, telah berdampak langsung terhadap perekonomian nasional hingga ke daerah, termasuk Maluku.
Dampak tersebut, kata dia, terasa dari kenaikan harga berbagai komoditas, mulai dari avtur hingga kebutuhan dasar masyarakat.
“Situasi ekonomi saat ini tidak mudah. Dampak geopolitik global terasa sampai ke desa dan negeri di Maluku, mempengaruhi harga-harga dan kehidupan masyarakat secara luas,” ujarnya.
Lewerissa menyebut, krisis ekonomi yang terjadi tidak dapat dihindari oleh pemerintah maupun masyarakat. Bahkan, hingga kini belum ada kepastian kapan kondisi tersebut akan berakhir.
Menghadapi situasi tersebut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap solid dan beradaptasi dengan pola hidup yang lebih sederhana dan efisien.
“Kita tidak boleh larut dalam keluhan. Pilihan terbaik adalah menyesuaikan diri dan memperkuat kebersamaan menghadapi tantangan ini,” tegasnya.
Ia juga menyinggung kebijakan efisiensi yang dilakukan pemerintah pusat, termasuk penerapan sistem kerja work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) serta TNI-Polri, sebagai langkah penghematan anggaran di tengah tekanan ekonomi.
“Ini adalah pesan bahwa negara sedang menghadapi tantangan serius, sehingga diperlukan kejujuran dan kesadaran bersama dalam menyikapinya,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas keterbatasan pemerintah daerah dalam merespons berbagai permintaan bantuan.
“Bukan karena pemerintah tidak peduli, tetapi karena keterbatasan kemampuan di tengah kondisi yang ada,” ujarnya.
Kegiatan Halal Bihalal yang mengusung tema “Sucikan Hati, Sambung Silaturahmi, Perkuat Persatuan Umat untuk Keamanan dan Kedamaian Bangsa dalam Menghadapi Situasi dan Tantangan Global” itu juga diisi dengan tausiah oleh Ketua MUI Maluku, Abdullah Latuapo, serta penyerahan santunan dan bantuan sembako kepada anak yatim piatu di kawasan Waihaong dan Batumerah.
Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Wakil Bupati Maluku Tengah Mario Lawalata, anggota DPRD dari Fraksi Gerindra tingkat provinsi dan kabupaten/kota, pimpinan BUMD, serta perwakilan partai politik dan organisasi kemasyarakatan.








































































Discussion about this post