Ambon, Maluku— Perayaan malam takbiran hingga pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku berlangsung aman dan lancar.
Khusus di Kota Ambon, kegiatan terpusat di Lapangan Merdeka pada Jumat hingga Sabtu (20–21/3/2026) tanpa hambatan berarti.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan bahwa stabilitas keamanan yang terjaga tidak lepas dari kedewasaan masyarakat dalam merayakan hari besar keagamaan.
“Secara umum, situasi keamanan di wilayah Maluku dilaporkan aman. Belum ada laporan gangguan berarti dari berbagai kabupaten/kota,” ujar Gubernur di Ambon, Sabtu (21/3).
Ia menyampaikan, pemerintah daerah bersama aparat keamanan terus melakukan pemantauan intensif guna memastikan seluruh rangkaian perayaan Idul Fitri berjalan tertib dan kondusif. Sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Lewerissa juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya warga non-Muslim, untuk turut menjaga suasana damai sebagai wujud toleransi antarumat beragama di Maluku.
“Kita berharap masyarakat yang merayakan Idul Fitri dapat melaksanakannya dengan penuh sukacita dan kedamaian, serta mempererat silaturahmi bersama keluarga,” katanya.
Sebelumnya, saat memantau langsung malam takbiran di kawasan Gong Perdamaian Dunia bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Gubernur mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dalam mengekspresikan kegembiraan.
Ia menegaskan bahwa masyarakat dipersilakan merayakan malam takbiran, namun harus tetap mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh aparat keamanan.
“Kita berharap masyarakat yang ingin meluapkan kegembiraannya tetap dalam batas-batas yang telah ditentukan. Ada pembatasan, mari kita hormati itu,” ujarnya.
Gubernur juga mengaku bersyukur atas tingginya tingkat kedisiplinan masyarakat, khususnya di Kota Ambon, yang dinilai mampu menjaga ketertiban selama malam takbiran berlangsung.
“Saya lihat masyarakat cukup disiplin dan mematuhi aturan. Kita bersyukur malam takbiran ini bisa berlangsung dengan baik,” ungkapnya.
Meski rangkaian perayaan masih berlangsung, Lewerissa optimistis situasi keamanan akan tetap kondusif hingga seluruh agenda Idul Fitri selesai.
Ia kembali menegaskan bahwa kedewasaan masyarakat menjadi kunci utama terciptanya keamanan di Maluku.
“Malam takbiran ini hanya setahun sekali. Silakan masyarakat bergembira, yang penting tetap dalam koridor yang telah diatur,” tandasnya.***







































































Discussion about this post