Ahli: BUMD Bukan Rugi, Justru Bakal Raup Rp 800 Miliar per Tahun dari Blok Masela

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 15:46 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

๐Ÿ™ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

AMBON, TrendingMaluku.com, โ€“ Fakta mengejutkan terungkap dalam persidangan perkara dugaan korupsi yang menyeret Direktur Utama BUMD Tanimbar Energi, Johana J. Lololuan, dan Mantan Bupati Petrus Fatlolon, Jumat (10/4/2026).

Alih-alih terbukti merugikan daerah, justru terungkap potensi keuangan luar biasa yang akan diterima Kabupaten Kepulauan Tanimbar dari pengelolaan Participating Interest (PI) Blok Masela.

Sidang yang digelar dengan agenda mendengar keterangan kedua terdakwa dan ahli ini sempat berjalan alot.

Namun puncaknya terjadi ketika Pakar Hukum Migas sekaligus Mantan Kepala SKK Migas Papua Maluku, Dr. A. Rinto Pudyantoro, dihadirkan sebagai ahli oleh tim penasihat hukum yang dipimpin Korneles Serin, SH, MH.

Di hadapan majelis hakim dan Jaksa Penuntut Umum dari Garuda Team, Dr. Rinto yang kini menjadi dosen Universitas Pertamina Jakarta dengan tegas membantah anggapan bahwa BUMD Tanimbar Energi merugi.

“Investasi migas itu jangka panjang. Tidak bisa disimpulkan rugi hanya karena melihat laporan 2-3 tahun anggaran. Blok Masela belum produksi, tentu butuh biaya persiapan. Itu lumrah,” tegas Dr. Rinto di ruang sidang.

Pertanyaan Kunci Jaksa dan Jawaban Ahli yang Mengguncang Ruang Sidang
Jaksa Garuda dan tim kuasa hukum saling melontarkan pertanyaan kritis. Berikut poin-poin penting yang terungkap:

Baca Juga :  Lusiala Camp Festival , Event yang mendukung Pariwisata dan UMKM

Status BUMD Investasi
Dr. Rinto menegaskan bahwa BUMD Tanimbar Energi adalah BUMD Investasi Jangka Panjang yang tidak bisa disamakan dengan BUMD umum.

Boleh Gunakan Modal untuk Gaji
Untuk menjalankan penugasan dari Pemda, BUMD diperbolehkan menggunakan penyertaan modal untuk membayar gaji dan biaya operasional selama masa persiapan.

Sudah Punya Porsi 3%
Dr. Rinto memastikan bahwa Tanimbar sudah resmi mendapat porsi PI 3% dari Blok Masela yang akan dikelola BUMD Tanimbar Energi.

Nilai Fantastis Rp600-800 Miliar per Tahun!
Saat ditanya nilai rupiah dari PI 3% tersebut, sang ahli membeberkan angka mengejutkan. Berdasarkan perkiraan produksi dan harga standar, hak Tanimbar mencapai Rp600 hingga Rp800 miliar per tahun!

Tanpa BUMD, Tanimbar Tak Dapat Apa-apa
Ahli menegaskan bahwa mengacu pada Permen ESDM Nomor 37 Tahun 2016, tanpa BUMD, Tanimbar tidak akan bisa menerima dan mengelola PI. “BUMD adalah kunci,” ujarnya.

Boleh Jual Bawang Merah? Ahli: Itu Bagian dari Penunjang Migas!
Bagian paling menarik terjadi ketika ditanya apakah anak perusahaan BUMD boleh melakukan usaha bawang merah. Jawaban Dr. Rinto sontak membuat ruang sidang ramai.

Baca Juga :  Penguatan Layanan Kesehatan Dasar, Posyandu SBB Fokus Implementasi 6 SPM

“Anak perusahaan BUMD Holding sebagai penerima PI 3% Blok Masela boleh melakukan usaha bawang merah. Itu masuk dalam kategori usaha migas jasa penunjang, tepatnya catering services,” jelasnya.

Ia memberi contoh BUMD di Bintuni, Papua Barat, yang anak perusahaannya justru beternak ayam dan menanam sayur-mayur serta bawang merah untuk memenuhi kebutuhan pekerja migas, sehingga tidak perlu didatangkan dari luar daerah.

“Yang penting dikelola dengan baik, benar, dan dimulai skala kecil sesuai kemampuan keuangan,” pungkas Dr. Rinto.

Polemik Baru atau Pembuktian Tak Bersalah?ย 
Atas keterangan ahli tersebut, suasana persidangan berubah. Jika fakta-fakta ini diyakini majelis hakim, maka tuduhan kerugian negara terhadap BUMD Tanimbar Energi bisa runtuh.

Para terdakwa, Johana dan Petrus, terlihat lebih lega setelah mendengar penjelasan tekis dari mantan Kepala SKK Migas tersebut.

Sidang ditunda pekan depan dengan agenda mendengar keterangan lebih lanjut. Publik Tanimbar kini menanti apakah kasus ini akan berakhir dengan pembebasan atau justru menjadi preseden baru dalam hukum bisnis migas daerah.

Yang jelas, potensi Rp800 miliar per tahun dari Blok Masela menjadi harta karun yang terlalu besar untuk diabaikan hanya karena kesalahan administratif semata. Tunggu update selanjutnya!

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan ๐Ÿ˜Š


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru