Kairatu, Maluku — PDI Perjuangan terus memperkuat komitmennya dalam pembinaan generasi muda melalui jalur olahraga. Komitmen itu ditunjukkan lewat pembukaan resmi Turnamen Soekarno Cup U-17 Zona Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, yang menjadi bagian dari agenda nasional penjaringan pesepak bola muda berbakat di seluruh Indonesia.
Turnamen yang digagas DPP PDI Perjuangan dan dilaksanakan serentak di berbagai daerah itu bukan hanya menjadi kompetisi sepak bola usia muda, tetapi juga diposisikan sebagai ruang pembinaan karakter, sportivitas, dan persatuan generasi muda Indonesia.
Pembukaan Soekarno Cup U-17 Zona SBB berlangsung meriah dan mendapat antusias tinggi dari masyarakat. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Seram Bagian Barat, jajaran pengurus partai, tokoh masyarakat, serta pecinta sepak bola di daerah itu.
Ketua Panitia Zona SBB, Imran Al Katiri, mengatakan Maluku mendapat kehormatan sebagai salah satu wilayah pelaksanaan seleksi karena dinilai memiliki potensi besar dalam melahirkan pemain muda berbakat.
Menurutnya, Seram Bagian Barat dipilih sebagai salah satu zona pertandingan karena daerah tersebut memiliki banyak talenta muda yang mampu bersaing dan berkembang jika diberikan ruang kompetisi yang memadai.
“Turnamen ini menjadi momentum penting untuk menemukan bibit-bibit unggul sepak bola Maluku yang nantinya dipersiapkan tampil di tingkat nasional pada Soekarno Cup Nasional di Surabaya, Jawa Timur, Juli mendatang,” ujar Imran Al Katiri yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda dan Olahraga DPC PDI Perjuangan.
Ia menegaskan, kehadiran Soekarno Cup merupakan bentuk nyata perhatian terhadap pembinaan generasi muda di daerah, khususnya dalam membangun mental kompetitif, disiplin, dan semangat persaudaraan melalui olahraga.
“Sepak bola bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga soal membangun karakter anak muda agar mampu bersaing secara sehat dan menjunjung nilai persatuan,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur, dalam keterangannya dari zona Maluku Tengah menekankan pentingnya menjadikan turnamen tersebut sebagai sarana memperkuat solidaritas antargenerasi muda di Maluku.
Ia berharap seluruh tim yang bertanding dapat menjaga sportivitas dan menjadikan kompetisi sebagai ajang mempererat persaudaraan, bukan sekadar mengejar kemenangan.
“Turnamen ini membawa semangat kebangsaan dan persaudaraan. Semua peserta harus menjunjung tinggi sportivitas karena tujuan utama dari Soekarno Cup adalah membangun generasi muda yang berprestasi dan berkarakter,” tegas Benhur.
Di tingkat provinsi, Ketua Panitia Soekarno Cup Maluku, Alhidayat Wajo, menyebut pelaksanaan turnamen tersebut menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya Soekarno Cup digelar di Maluku.
Ia mengatakan kepercayaan yang diberikan DPP PDI Perjuangan kepada Maluku menjadi peluang besar untuk menunjukkan bahwa daerah di kawasan timur Indonesia juga memiliki potensi besar dalam melahirkan pemain sepak bola berkualitas.
“Ini adalah langkah awal yang sangat penting bagi pembinaan sepak bola usia muda di Maluku. Kami berharap dukungan masyarakat agar kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak zona di masa mendatang,” ujarnya.
Menurut Alhidayat, Soekarno Cup tidak hanya menjadi agenda olahraga semata, tetapi juga bagian dari gerakan sosial dan pembangunan sumber daya manusia melalui pendekatan kepemudaan.
Ajang tersebut sekaligus menjadi panggung strategis bagi pemain muda Maluku untuk membuka jalan menuju level kompetisi nasional, sekaligus membuktikan bahwa daerah-daerah di Indonesia Timur memiliki talenta sepak bola yang mampu bersaing di panggung lebih tinggi.
Dengan atmosfer kompetisi yang kental serta dukungan masyarakat yang besar, Soekarno Cup U-17 diharapkan menjadi titik awal lahirnya generasi baru pesepak bola Maluku yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.***








































































Discussion about this post