TANIMBAR, Trending-Maluku.com, – Di balik gemuruh takbir yang menggema di seantero Nusantara, ada kisah hangat yang mengalir hingga ke pelosok Timur Indonesia. Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, yang terkenal dengan keindahan alamnya sekaligus tantangan geografisnya, menjadi saksi bisu kepedulian seorang kader partai pada Hari Raya Iduladha 1447 H.
Muhamad Taher Kallean (MTK), kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kepulauan Tanimbar, bersama jajaran pengurus ranting setempat, secara simbolis menyalurkan hewan kurban berupa seekor sapi sehat kepada keluarga Muslim di tiga desa yang menjadi basisnya, termasuk di Kecamatan Wuar Labobar.
Penyaluran dilakukan di tengah keterbatasan akses laut dan darat. Namun sebagai kader yang terus menjaga basis, semangat berbagi MTK justru semakin membara.
Alhamdulillah, momen Iduladha tahun ini ia manfaatkan untuk hadir langsung di tengah masyarakat yang selama ini ia pelihara.
Perjuangan Logistik, Bukan Sekadar Seremonial
Bagi warga setempat, kedatangan rombongan PKB yang dipimpin MTK bukanlah acara biasa. Butuh perjalanan lintas pulau dan koordinasi intensif untuk memastikan hewan kurban tiba dalam kondisi prima.
“Ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah amanah yang saya antar dengan kaki dan hati sebagai kader PKB. Tanimbar adalah saudara kita yang harus disentuh, bukan hanya dalam doa, tapi juga aksi nyata. Setiap tahun saya berusaha hadir di hari-hari besar Islam untuk menjaga basis,” ujar MTK di sela-sela acara.
Penyerahan hewan kurban dilakukan di bawah tenda sederhana, dihadiri tokoh masyarakat, imam desa, dan puluhan warga yang antusias.
Wajah-wajah haru tampak dari para janda dan anak yatim yang duduk di barisan depan. Mereka tak menyangka, di tengah minimnya akses terhadap hewan kurban berukuran besar, masih ada tangan-tangan seorang kader yang terulang dari jauh.
Menyemai Persaudaraan Tanpa Batas Wilayah
MTK menegaskan, momentum Iduladha adalah waktu tepat untuk mengaktifkan kembali jaring persaudaraan Islam sekaligus memperkuat akar rumput.
“Seorang kader PKB tidak boleh hanya sibuk dengan kegiatan politik di kota. Kami harus turun ke kepulauan yang sering luput dari perhatian. Inilah makna ‘fastabiqul khairat’ yang sesungguhnya. Saya memelihara basis dengan perayaan hari-hari besar Islam setiap tahun,” tegasnya.
Daging sapi kurban akan didistribusikan secara merata kepada kaum dhuafa, keluarga prasejahtera, dan yatim piatu di tiga desa muslim sekitar. Panitia setempat telah menyiapkan pembagian berbasis data agar tepat sasaran.
Makna di Balik Tali Kurban
Menariknya, penyaluran hewan kurban kali ini tidak hanya berfokus pada aspek konsumsi, tetapi juga edukasi.
Para pemuda masjid setempat mendapat pelatihan singkat tentang tata pemotongan syar’i dan pembagian daging kurban yang higienis. Dengan demikian, keberlanjutan pemahaman kurban akan terus hidup di masyarakat.
Seorang warga tua dengan mata berkaca-kaca menyampaikan, “Ini adalah sapi kurban pertama yang benar-benar datang dari inisiatif seorang kader yang peduli. Kami merasa tidak dilupakan, apalagi MTK sudah rutin hadir setiap tahun di desa kami.”
Inspirasi untuk Indonesia Timur yang Lebih Bersaudara
Kegiatan yang digagas kader PKB Muhamad Taher Kallean ini menjadi bukti bahwa semangat berkurban tidak harus selalu diukur dari besar kecilnya hewan, melainkan dari seberapa jauh ia melintasi batas-batas geografis, ego daerah, dan keterbatasan.
Di Tanimbar, daging kurban bukan hanya mengenyangkan perut, tetapi juga menyejukkan hati yang lama dahaga akan sentuhan persaudaraan sejati. MTK pun berkomitmen untuk terus menjaga basis melalui tradisi keagamaan setiap tahun.
Selamat Iduladha 1447 H
Semoga kisah dari Tanimbar ini menggugah kita semua untuk tidak pernah lelah berbagi, meski harus menyeberangi lautan.






































































Discussion about this post