Ambon, Maluku,- Grup musik Souhuru Brass Hative Besar berhasil meraih Juara I pada ajang Trompela Cup 2026. Pencapaian tersebut ditandai dengan penyerahan Piala Juara I sekaligus Piala Bergilir oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, bersama Ketua DPRD Kota Ambon, Mourits Tamaela, kepada perwakilan tim pemenang, Sabtu (30/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Ambon menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan aman dan lancar.
“Pemerintah Kota Ambon memberi apresiasi tinggi kepada panitia yang telah menginisiasi acara ini hingga terselenggara dengan aman dan lancar,” ujar Wattimena kepada wartawan.
Menurutnya, pengakuan UNESCO terhadap Ambon sebagai Kota Musik Dunia bukan sekadar simbol, melainkan harus diwujudkan melalui aktivitas nyata masyarakat, termasuk melalui penyelenggaraan event seperti Trompela Cup.
“Ambon diakui UNESCO sebagai Kota Musik Dunia. Tentu ini bukan sekadar pengakuan, tetapi harus teraktualisasi dalam kehidupan dan aktivitas warga. Salah satu yang ditunjukkan melalui event Trompela Cup 2026 ini,” katanya.
Bodewin menegaskan, meskipun di tengah berbagai keterbatasan, Pemerintah Kota Ambon akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan seni dan musik yang diinisiasi oleh komunitas maupun kelompok masyarakat.
Ia mengibaratkan peran pemerintah sebagai konduktor yang bertugas menciptakan harmoni di tengah keberagaman masyarakat Kota Ambon.
“Di tengah kehidupan yang majemuk, Pemkot bertugas sebagai konduktor, menciptakan harmoni di tengah keragaman. Pelakunya adalah warga kota. Tidak boleh ada yang dominan, harus menekan ego. Dengan begitu tercipta harmoni, termasuk dalam bermusik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wattimena berharap Trompela Cup dapat menjadi pemantik lahirnya berbagai kegiatan kreatif lainnya yang melibatkan generasi muda dan komunitas musik dalam mendukung Ambon sebagai Kota Musik Dunia.
Kepada para pemenang, ia berpesan agar prestasi yang diraih tidak membuat mereka berpuas diri, melainkan menjadi motivasi untuk terus berkarya dan melayani melalui musik.
“Jangan tinggi hati, tetapi tetap rendah hati, berkomitmen dan konsisten menjadi pemuja-pemuji Tuhan dalam pelayanan dan peribadahan umat,” pesannya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjadikan musik sebagai sektor industri yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Musik harus menjadi industri yang menggerakkan ekonomi. Karena itu harus ada perhatian dan dukungan penuh dari masyarakat. Jadikan momen ini sebagai penyemangat dan motivasi untuk terus berkarya,” pungkasnya.
Prosesi penyerahan piala berlangsung meriah dan menjadi salah satu momen puncak dalam rangkaian Trompela Cup 2026.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang melibatkan para juara, Ketua Tim Trompela Cup Latumanuwij Will, serta tiga dewan juri yang telah bertugas menilai seluruh peserta selama kompetisi berlangsung.
Keberhasilan Souhuru Brass Hative Besar meraih gelar juara menjadi bukti kualitas, dedikasi, dan kerja keras tim dalam menampilkan performa terbaik di hadapan dewan juri maupun masyarakat yang hadir.
Sebagai ajang tahunan yang semakin mendapat perhatian publik, Trompela Cup tidak hanya menjadi kompetisi musik, tetapi juga wadah pembinaan bakat, pelestarian musik brass, serta sarana mempererat kebersamaan antar-komunitas seni di Kota Ambon.
Dengan berakhirnya kompetisi tahun ini, diharapkan semangat berkarya dan berprestasi para peserta terus tumbuh, sekaligus melahirkan talenta-talenta baru yang mampu mengharumkan nama Ambon sebagai Kota Musik Dunia.*





































































Discussion about this post