TANIMBAR, Trending-Maluku.com, – Suasana khidmat menyelimuti pertemuan antara Tim Satgas dan tetua adat Lermatang, Rabu (3/6/2026). Setelah berminggu-minggu berdiskusi di meja musyawarah, langkah konkret akhirnya diambil. Tidak dengan gegap gempita, Tim Satgas Pendataan justru memulainya dengan sebuah ritual penuh makna: doa adat bersama para tetua.

Doa yang dipanjatkan bukanlah sekadar seremonial. Di dalamnya terkandung permohonan restu kepada Tuhan dan para leluhur agar proses pendataan lahan warga dapat berjalan lancar, aman, dan penuh berkah.
“Kami mohon agar tidak ada halang-rintang dalam proses ini. Semua unsur harus bergerak seirama,” ujar salah satu tetua adat usai memimpin doa.
Seluruh elemen tampak hadir dan bersatu padu: pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga anggota Satgas. Tak ada sekat. Semua duduk bersama dalam satu lingkaran adat.

Menuju Lokasi 662 Hektar
Usai ritual, rombongan Satgas yang didampingi para tetua adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat segera menuju lokasi 662.
Di tempat itulah prosesi penyerahan lahan seluas 662 hektar oleh masyarakat Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, untuk mendukung pembangunan infrastruktur Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela dilakukan.
Prosesi yang berlangsung secara adat tersebut dipimpin langsung oleh para tetua melalui ritual doa adat yang sakral, sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus simbol restu terhadap pembangunan.
Kolaborasi Hangat, Tanpa Kecanggungan
Yang menarik, tak ada kecanggungan atau ketegangan. Sebaliknya, kolaborasi hangat justru terlihat jelas.
Kehadiran Tim Satgas TNI bersama perwakilan Inpex Corporation disambut dengan penuh kehangatan oleh masyarakat.
Senyum dan sikap terbuka yang ditunjukkan warga menjadi simbol dukungan terhadap pembangunan yang diharapkan mampu membawa perubahan bagi masa depan Tanimbar.
Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar bersama Kapolres Kepulauan Tanimbar yang menyaksikan langsung prosesi adat tersebut.
Kehadiran unsur pemerintah daerah dan aparat keamanan dinilai penting untuk memastikan proses berlangsung aman, tertib, dan penuh penghormatan terhadap nilai-nilai adat.
Harapan Warga: Jangan Ada Pihak Dirugikan
Di balik kebersamaan itu, seorang warga menyampaikan harapannya kepada Tim Satgas. Ia berharap setelah pendataan, KJBP tetap memperhatikan hak-hak masyarakat Lermatang terkait tanah dan tanaman agar tidak merugikan warga.
“Harus ada diskusi dengan masyarakat untuk menentukan harga tanaman sesuai Perda terbaru 2026. Dihitung berdasarkan nilai ekonomisnya, biar masyarakat jangan jadi korban,” tegasnya.
Momentum Bersejarah
Penyerahan lahan seluas 662 hektar ini menjadi salah satu tahapan penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur Blok Masela, Proyek Strategis Nasional dengan potensi besar bagi pengembangan ekonomi kawasan Indonesia Timur, khususnya Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Prosesi adat ini menjadi momentum bersejarah yang menunjukkan bahwa pembangunan dan nilai-nilai budaya dapat berjalan berdampingan.
Di tengah semangat menjaga warisan leluhur, masyarakat Desa Lermatang menunjukkan komitmen untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah demi kemajuan Tanimbar dan generasi mendatang.







































































Discussion about this post