Masohi, Maluku— Akses transportasi pada ruas jalan penghubung Tamilouw–Haya di Kabupaten Maluku Tengah kini kembali normal, menyusul selesainya penanganan darurat pada Jembatan Wai Totun yang sempat terputus akibat cuaca ekstrem pada Selasa (5/8).
Kepala Satuan Kerja PJN Wilayah II Provinsi Maluku, Toce Leuwol, menjelaskan bahwa jembatan tersebut sempat tidak dapat dilalui karena terjangan arus sungai yang meningkat drastis akibat hujan deras yang mengguyur Pulau Seram selama sepekan terakhir.
“Jembatan Wai Totun sudah kembali dapat dilintasi sejak pukul 19.30 WIT tadi malam. Tim kami bekerja sepanjang malam untuk memastikan akses masyarakat dapat segera pulih,” ujar Leuwol saat dikonfirmasi pada Rabu (6/8).
Ia menambahkan, tim teknis dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) langsung diterjunkan ke lokasi sesaat setelah insiden terjadi untuk melakukan perbaikan secara cepat. Selain fokus pada perbaikan jembatan, BPJN juga menangani dampak lain akibat cuaca ekstrem.
“Selain Jembatan Wai Totun, kami juga melakukan pembersihan material longsor dan genangan banjir pada ruas jalan nasional Tehoru–Laimu,” jelasnya.
Leuwol menegaskan bahwa pihaknya tetap siaga menghadapi potensi gangguan infrastruktur di Pulau Seram, mengingat banyaknya aliran sungai besar yang berpotensi menyebabkan banjir dan longsor.
“Kami terus menyiagakan alat berat di beberapa titik rawan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas kesabaran dan kerja sama selama proses penanganan berlangsung.
“Seluruh ruas jalan dan jembatan yang sebelumnya terdampak kini telah dapat diakses kembali,” tutup Leuwol.***







































































Discussion about this post