Gubernur Maluku Tinjau Pengungsi, Wakil Gubernur Jadi Sorotan karena Tak Kenakan Atribut Jabatan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Agustus 2025 - 09:10 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, didampingi Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, bersama Asisten II Sekda Maluku, Kasrul Selang, serta Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, meninjau langsung para korban di sejumlah lokasi pengungsian, Rabu (20/8/2025).

Pantauan di lapangan, rombongan menyambangi pengungsi yang tersebar di Kantor Desa Poka, Kantor Desa Nania, Kantor Desa Negeri Lama, hingga Aula Desa Hunuth.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Lewerissa menegaskan bahwa bantuan bagi para korban akan segera disalurkan. Ia juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Ambon yang telah lebih dahulu mengirim tenaga medis dan kebutuhan dasar bagi para pengungsi.

“Kami berharap masyarakat tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan kerugian baru. Mari tetap berpengharapan, bertekun dalam doa, dan percaya bahwa pemerintah hadir untuk memberikan solusi,” pungkasnya.

Namun di balik pesan moril yang kuat itu, kunjungan kali ini juga diwarnai sorotan terhadap penampilan Wakil Gubernur. Pasalnya, Abdullah Vanath terlihat hanya mengenakan kemeja putih polos tanpa atribut jabatan seperti wing Wakil Gubernur yang lazim dipakai dalam kegiatan resmi.

Baca Juga :  Fahri Bachmid: Lembaga Lain Tak Berwenang Tetapkan Kerugian Negara

Menurut regulasi yang berlaku—antara lain UU Pemerintahan Daerah, UU Keprotokolan, serta Permendagri tentang pakaian dinas kepala/wakil kepala daerah—wakil gubernur seharusnya tetap menggunakan atribut jabatan pada acara resmi pemerintahan.

Ketiadaan atribut tersebut tidak serta-merta melanggar hukum, namun dianggap tidak sesuai dengan standar protokoler dan etika jabatan. Apalagi dalam kesempatan yang sama, Gubernur Lewerissa tampil lengkap dengan tanda jabatan resmi.

Menanggapi hal ini, Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Pemprov Maluku menyatakan bahwa persoalan pakaian tersebut sebaiknya tidak dibesar-besarkan.

“Sebenarnya itu hal biasa saja, bukan sesuatu yang harus dipermasalahkan soal pakaian. Kecuali dalam upacara atau acara resmi, barulah atribut jabatan wajib dikenakan,” ujarnya.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru