Ambon, Maluku– Fakultas Ilmu Sosial dan Keagamaan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon resmi meluncurkan forum diskusi bertajuk NGOPI (Ngobrol Pintar), Jumat (29/8). Forum ini menjadi ruang intelektual bagi mahasiswa untuk membedah dinamika sosial sekaligus memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
Kegiatan perdana NGOPI dibuka langsung oleh Dekan Fakultas, Febby Nancy Patty, serta dihadiri puluhan mahasiswa lintas jurusan di Kampus Harmoni ini.
Ketua Panitia, Ferry Rangi, mengaku, NGOPI telah ditetapkan sebagai agenda tahunan fakultas.

“Mulai hari ini hingga waktu-waktu kedepan, NGOPI akan digelar dalam 12 pertemuan. Isu-isu strategis akan kita bahas, salah satunya terkait demokratisasi kampus dan gerakan mahasiswa,” ujar Ferry.
Menghidupkan Kembali Gerakan Mahasiswa
Dalam forum perdana, tema yang diangkat adalah Kampus Bukan Menara Gading : Intelektual Organik Dan Dinamika Gerakan Mahasiswa Di Indonesia, suatu refleksi gerakan mahasiswa. Ferry menilai, dewasa ini gerakan mahasiswa mulai kehilangan soliditas. Makassar, yang dahulu menjadi patron pergerakan mahasiswa di Indonesia Timur, kini dinilai melemah akibat kepentingan politik kampus dan fragmentasi primordial.
“Gerakan mahasiswa kini tak segarang era pra-reformasi. Banyak mahasiswa terjebak dalam rutinitas akademik yang penuh tekanan, sehingga energi kritis mereka melemah. Akibatnya muncul fenomena gerakan mahasiswa yang cenderung pragmatis bahkan selebristik,” tegasnya.

Meski demikian, Ferry optimistis, NGOPI dapat menjadi ruang alternatif untuk menumbuhkan kesadaran kritis mahasiswa. “Kami ingin mahasiswa ditempa agar kuat secara sosial dan religius, sehingga dapat menjadi teladan di masyarakat, berkontribusi positif bagi daerah, bangsa, dan negara,” tambahnya.
Pemateri Kompeten
Kegiatan hari ini menghadirkan dua narasumber utama. Muis S.A. Pikahulan, mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sekaligus dosen muda IAKN yang dikenal vokal, serta Pajihad Hurasan, aktivis sosial dan peneliti, berlatar belakang Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI). Diskusi dipandu oleh mahasiswa, Klara Paskua, sebagai moderator.
Selaku ketua Panitia, Ferry berharap, forum NGOPI dapat menjadi wadah bagi mahasiswa yang masih memiliki nurani untuk perubahan. “NGOPI kami gagas agar mahasiswa tidak hanya sibuk di ruang kelas, tetapi juga mampu membaca fenomena sosial, berpikir kritis, dan menghadirkan solusi nyata di ruang publik,” pungkasnya.***







































































Discussion about this post