Wali Kota Ambon Komitmen Selesaikan Sertifikasi Aset Daerah

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 September 2025 - 15:24 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena menegaskan komitmennya untuk menuntaskan proses pendataan dan sertifikasi aset milik Pemerintah Kota Ambon. Hal itu disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Pemantauan Pengelolaan dan Sertifikasi Aset Daerah Tahun 2025 yang digelar secara virtual, terpusat di Ruang Rapat Vlissingen, Selasa (9/9/2025).

“Selaku Wali Kota Ambon, saya berkomitmen untuk bagaimana kita menyelesaikan pendataan aset di kota ini secara baik,” ujar Wattimena.

Menurutnya, aset daerah merupakan salah satu instrumen penting yang harus dikelola secara tertib. Selain untuk kepastian hukum, aset juga memiliki potensi besar dalam menambah nilai dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga :  PPK BRI Ambon Gelar Ibadah Natal, Santuni Anak Korban Konflik Hunuth–Durianpatah

“Dalam beberapa waktu terakhir saya telah memerintahkan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), khususnya bidang aset, untuk menginventarisasi seluruh aset milik pemerintah.”

“Karena kita sementara berupaya meningkatkan PAD yang menjadi salah satu program prioritas wali kota dan wakil wali kota,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kastgas Pencegahan Wilayah V.3 KPK RI, Abdul Haris, mengingatkan agar Pemkot Ambon memperkuat koordinasi dengan Kantor Pertanahan serta menyiapkan dukungan anggaran. Hal ini penting untuk mempercepat penyelesaian aset bermasalah.

Baca Juga :  SBB di Simpang Jalan Strategis: Rebut atau Lepas Proyek Maluku Integrated Port?

“Kita mengetahui bahwa masalah aset terutama sertifikasi merupakan hal yang harus segera diselesaikan. Wali Kota dapat mendorong aparaturnya lebih aktif berkoordinasi dengan Kantor Pertanahan dan anggaran,” jelas Haris.

Ia menargetkan persoalan aset tersebut dapat terselesaikan paling lambat pada akhir 2028. Aset-aset berstatus K-1, menurutnya, harus menjadi prioritas untuk segera disertifikasi, diinventarisasi, dan diukur. Selanjutnya dipasang plang serta tapal batas agar memiliki kepastian hukum yang jelas.

“Ini sangat berpengaruh besar terhadap neraca dan kekayaan Pemkot,” tegasnya.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KNPI Tanimbar: Kembalikan Blok Masela ke Offshore, Hentikan Polemik Lermatang
Bupati SBT Teken MoU Investasi Sagu di Forum Bisnis Sagu
Babinsa di SBT dan KKT Perkuat Kepedulian Sosial serta Dorong Generasi Muda Jadi Prajurit TNI
Tuntas Pembangunan Jembatan, Masyarakat Minta Pangdam Resmikan
Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 05:48 WIT

KNPI Tanimbar: Kembalikan Blok Masela ke Offshore, Hentikan Polemik Lermatang

Kamis, 5 November 2026 - 04:58 WIT

Bupati SBT Teken MoU Investasi Sagu di Forum Bisnis Sagu

Kamis, 5 November 2026 - 02:58 WIT

Babinsa di SBT dan KKT Perkuat Kepedulian Sosial serta Dorong Generasi Muda Jadi Prajurit TNI

Kamis, 5 November 2026 - 02:48 WIT

Tuntas Pembangunan Jembatan, Masyarakat Minta Pangdam Resmikan

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Berita Terbaru

Trend Maluku

Bupati SBT Teken MoU Investasi Sagu di Forum Bisnis Sagu

Kamis, 5 Nov 2026 - 04:58 WIT

Trend Maluku

Tuntas Pembangunan Jembatan, Masyarakat Minta Pangdam Resmikan

Kamis, 5 Nov 2026 - 02:48 WIT