Jakarta — Sebuah survei dari Pusat Riset Indonesia (PRI) yang dikutip dari CNN Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencapai 82,44 persen.
Angka ini mencerminkan tingginya penerimaan masyarakat terhadap program-program prioritas yang telah dijalankan selama satu tahun masa kepemimpinan keduanya.
Direktur Eksekutif PRI, Deni Yusup, menyampaikan bahwa hanya 14,20 persen responden yang menyatakan tidak puas, sementara 3,36 persen lainnya memilih tidak memberikan pendapat. Deni menjelaskan bahwa tingginya tingkat kepuasan publik ini merupakan hasil dari keberhasilan sejumlah kebijakan strategis yang dijalankan secara terukur dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Salah satu program yang paling berkontribusi dalam mendorong kepuasan publik adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat, yang dinilai menjadi solusi konkret terhadap persoalan gizi dan pendidikan.
Selain itu, publik juga merespons positif langkah pemerintah dalam menangani persoalan hukum dan korupsi secara cepat dan realistis, memperkuat ketahanan energi, menurunkan angka kemiskinan, memperbaiki kualitas pendidikan dan lapangan pekerjaan, serta memastikan akses terhadap layanan kesehatan gratis.
Program pengembangan koperasi hingga pembangunan rumah susun turut memperkuat persepsi publik bahwa pemerintah hadir dengan program yang inklusif dan pro rakyat.
Survei ini juga mencatat dampak politik dari tingginya kepuasan publik, khususnya terhadap elektabilitas partai politik. Partai Gerindra tercatat berada di posisi teratas dengan elektabilitas 22,13 persen, disusul Partai Golkar sebesar 17,21 persen dan PDI Perjuangan dengan 14,10 persen. Sementara itu, PKB, Partai Demokrat, PAN, NasDem, dan PKS menempati posisi berikutnya dengan perolehan suara yang relatif berdekatan.
Survei PRI dilakukan pada 10–20 Oktober 2025 dengan melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi melalui metode multistage random sampling. Survei ini memiliki margin of error 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Deni menyimpulkan bahwa tren kepuasan yang tinggi ini bukan hanya menunjukkan keberhasilan program pemerintah, tetapi juga memberikan efek elektoral positif terhadap partai pendukung utama. Jika tren ini berlanjut, konstelasi politik di masa depan diprediksi akan ikut terpengaruh.***







































































Discussion about this post