Bula, Maluku– Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menggelar konferensi pers di Kedai Coffee Langit Teduh, Pantai Wailolla Bula, pada Senin (9/6/2025). Agenda ni menjadi momentum penting pasca-pengangkatan Karateker DPD KNPI SBT, Ibrahim Kwairumaratu, bersama Sekretaris Firmansyah R. Wattimena, dan sejumlah pengurus lainnya.
Pengangkatan Karateker tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor: KEP.23/DPD-KNPI-MALUKU/VI/2025 yang dikeluarkan oleh DPD KNPI Provinsi Maluku.
SK ini sekaligus memberi mandat kepada pengurus baru untuk mempercepat pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI SBT dalam waktu tiga bulan ke depan.
Dalam keterangannya kepada media, Ibrahim Kwairumaratu menegaskan bahwa mandat yang diterima bukan hanya soal administrasi organisasi, tetapi merupakan amanah besar untuk membawa semangat rekonsiliasi dan persatuan di tubuh KNPI SBT.
“Tentu yang pertama ingin kami sampaikan adalah ini merupakan amanah penting yang diberikan kepada kami untuk menakhodai KNPI Kabupaten SBT,” ujar Ibrahim.
Ia menekankan, kerja utama pengurus karateker adalah menyatukan seluruh elemen kepemudaan di SBT, baik yang tergabung dalam OKP maupun OKPI, ke dalam satu visi dan semangat kebersamaan.
“Catatan penting dalam SK ini adalah bagaimana kita membangun rekonsiliasi, menyatukan pandangan serta persepsi, sehingga pemuda-pemuda di Kabupaten SBT tetap berada dalam satu bingkai KNPI yang utuh dan solid,” tambahnya.
Menurutnya, kemajuan daerah tidak lepas dari peran strategis pemuda. Karena itu, KNPI sebagai rumah besar organisasi kepemudaan harus mampu menjadi motor penggerak perubahan dan mitra kritis yang konstruktif bagi pemerintah daerah.
“KNPI harus menjadi mitra aktif pemerintah dalam membangun SBT. Referensi kepemudaan adalah fondasi kemajuan daerah. Maka pemuda harus terlibat aktif dan bersinergi,” tegas Ibrahim
Dalam kesempatan tersebut, semangat “Gumumae” yang menjadi filosofi masyarakat SBT kembali digaungkan. Ibrahim menekankan pentingnya mengedepankan nilai-nilai persaudaraan dan menghindari ego sektoral, baik dari sisi kultural maupun geografis.
“Kita semua adalah orang basudara. Perbedaan pandangan dan dinamika yang terjadi selama ini harus diakhiri. Hari ini kami hadir bukan untuk menciptakan sekat, tetapi sebagai penyatu melalui koordinasi dan rekonsiliasi dengan seluruh elemen KNPI yang ada,” katanya.
Dalam semangat percepatan Musda, DPD KNPI SBT juga mengambil langkah awal dengan menyerahkan SK pengurus Kecamatan Seram Timur kepada Arif Rumauw. Penyerahan SK tersebut diharapkan menjadi simbol dimulainya konsolidasi organisasi di tingkat kecamatan.
“Kami bergerak cepat sesuai tagline Pemerintah Daerah saat ini: Gerak Cepat. Maka pemuda juga harus melakukan gerakan cepat di internal KNPI untuk segera melaksanakan Musda dan menyatukan pemuda-pemuda di Kabupaten SBT,” tutupnya.***





































































Discussion about this post