Wali Kota Ambon Tanggapi Aksi Warga Hative Besar, Perintahkan Audit

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 17 Juni 2025 - 06:23 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, akhirnya angkat bicara terkait aksi demonstrasi yang dilakukan sekelompok warga Negeri Hative Besar pada 13 Juni 2025 lalu. Aksi tersebut menyoroti tuntutan transparansi pengelolaan Dana Pendapatan Asli Desa (PAD), khususnya yang bersumber dari aktivitas tambang galian C yang dikelola oleh CV. Prima Jaya Hative.

Saat ditemui di kediamannya, Minggu (15/6/2025), Wali Kota menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Ambon telah menindaklanjuti laporan masyarakat dan akan segera mengambil langkah konkret.

“Saya telah memerintahkan Inspektorat Kota Ambon untuk melakukan audit terhadap dana setoran dari pengelola tambang kepada Pemerintah Negeri Hative Besar. Audit akan dimulai besok atau paling lambat hari Selasa. Ini dilakukan untuk merespons tuntutan masyarakat sekaligus memastikan akuntabilitas dalam pengelolaan dana tersebut,” ujar Wattimena.

Baca Juga :  Keberhasilan Efisiensi! KPU Ambon Kembalikan Sisa Dana Pilkada Rp 13,9 Miliar ke Pemerintah Kota

Menurut informasi awal, dana yang disetor oleh pihak pengelola tambang merupakan bagian dari kontribusi tahunan yang telah disepakati dengan Pemerintah Negeri Hative Besar. Dana tersebut seharusnya digunakan untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah negeri berkewajiban mengelola dana ini secara transparan dan sesuai aturan. Kami akan memeriksa besaran dana yang disetor tiap tahun serta peruntukannya. Bila terbukti dikelola sesuai ketentuan, maka tidak ada alasan untuk melakukan tindakan sepihak seperti menutup lokasi tambang,” tegasnya.

Wattimena juga mengingatkan bahwa kewenangan perizinan usaha tambang berada di bawah otoritas Pemerintah Provinsi Maluku, sehingga masyarakat tidak memiliki hak hukum untuk menutup operasi tambang secara sepihak.

“Kami mengimbau masyarakat agar menyampaikan aspirasi melalui mekanisme yang sesuai. Jangan mengambil tindakan di luar hukum. Serahkan proses ini kepada Pemerintah Negeri dan Pemerintah Kota untuk diselesaikan secara bijaksana,” pungkasnya.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan
SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi
Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu
Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!
54 Atlet Panjat Tebing Ambon Bakal Bersaing Rebut Tiket POPMAL 2027
Yayasan Manumata Rumah Cinta Gandeng RSUD Kota Ambon Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis bagi 150 Warga Lateri

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02 WIT

PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:32 WIT

SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:44 WIT

Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu

Berita Terbaru