Masohi, Maluku — Anggota DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo, melakukan inspeksi lapangan terhadap kerusakan saluran irigasi di Negeri Administratif Sariputih SP 1, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi. Kondisi jebolnya saluran irigasi tersebut dinilai mengancam kelangsungan panen ratusan petani di wilayah itu.
Saluran irigasi yang dibangun melalui anggaran negara senilai lebih dari Rp8 miliar itu sejatinya berfungsi mengairi sekitar 80 hektare lahan sawah.
Namun kini, akibat kerusakan struktural, distribusi air menjadi terganggu. Padahal, tanaman padi tengah berada dalam fase kritis yakni masa bunting, di mana kebutuhan air berada di titik paling vital.
“Saya sangat prihatin melihat kondisi ini. Kita tahu betul bahwa saat ini adalah masa krusial bagi tanaman padi. Kalau tidak segera ditangani, potensi kerugian besar menanti para petani,” tegas Alhidayat di sela-sela kunjungannya pada Rabu lalu.
Politikus PDI Perjuangan ini juga menyoroti indikasi lemahnya kualitas konstruksi sebagai penyebab utama jebolnya saluran tersebut. Ia menekankan pentingnya evaluasi teknis terhadap proyek infrastruktur sejenis agar kejadian serupa tak terulang.
“Saya mendesak pemerintah daerah dan instansi teknis terkait untuk segera turun tangan. Petani kita tidak bisa menunggu terlalu lama. Air harus kembali mengalir. Dengan penanganan cepat dan tepat, kita masih bisa menyelamatkan hasil panen mereka,” ujar Alhidayat.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa persoalan irigasi bukan semata-mata masalah fisik bangunan, melainkan menyangkut hajat hidup masyarakat dan ketahanan pangan daerah. Menurutnya, infrastruktur pertanian yang bermasalah secara langsung berdampak pada stabilitas sosial ekonomi warga.
Sebagai bentuk tanggung jawabnya di parlemen, Alhidayat menyatakan komitmennya untuk membawa permasalahan ini ke dalam forum resmi bersama instansi teknis di tingkat provinsi.
“Saya akan memastikan masalah ini menjadi perhatian serius dalam rapat bersama dinas terkait. Kita tidak boleh main-main dengan kebutuhan dasar petani,” pungkasnya.***







































































Discussion about this post