Wagub Maluku Abdullah Vanath Klarifikasi Pernyataan Kontroversial, Sampaikan Permohonan Maaf Terbuka

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 30 Juli 2025 - 15:19 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku — Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka kepada umat Islam dan masyarakat luas di Provinsi Maluku atas pernyataannya di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang sempat memicu kontroversi sejumlah kalangan. Pernyataan tersebut disampaikan usai Vanath mengikuti pertemuan bersama pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku, Rabu (30/7) malam.

Dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari empat jam di kantor MUI Maluku kawasan Kapahaha, Ambon, Vanath hadir memenuhi undangan rapat. Ia menyampaikan bahwa kehadirannya secara langsung merupakan bentuk penghormatan dan untuk menghindari kesalahpahaman.

“Beta, Haji Abdullah Vanath, selaku Wakil Gubernur Maluku, malam ini baru saja memenuhi undangan dari MUI Provinsi Maluku. Beta tidak mengundang mereka ke kantor Gubernur karena tidak ingin terjadi salah tafsir. Karena itu, beta yang datang,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Vanath menjelaskan secara rinci konteks dari pernyataan yang sebelumnya ia sampaikan dalam beberapa kunjungan, termasuk di MBD.

Ia mengakui adanya kekeliruan dalam penyampaian yang menimbulkan persepsi keliru dan keresahan di tengah umat Muslim.

Baca Juga :  Dukungan Mengalir Kecam Tindakan Intoleran Kader PKS dan Oknum Anggota Polres KKT

“Beta sudah menjelaskan maksud dari apa yang beta sampaikan. Namun kalau ada yang tersinggung, beta dengan rendah hati menyampaikan permohonan maaf,” ucapnya.

Vanath juga menegaskan bahwa dirinya siap bertanggung jawab atas konsekuensi dari pernyataan tersebut, termasuk apabila harus diproses secara hukum. Permintaan maaf yang dilayangkan sebagai bentuk pertanggung-jawaban atas kondisional publik saat ini.

Ia menilai bahwa kebenaran dan keadilan akan ditemukan melalui mekanisme yang sah, yakni melalui jalur hukum, sebagaimana yang telah diadukan oleh beberapa kelompok.

“Beta menyampaikan permohonan maaf karena ucapan beta—yang mungkin dalam konteks tertentu atau pilihan kata—telah menimbulkan keresahan. Beta siap mempertanggungjawabkan itu. Apakah masuk dalam kategori penistaan agama atau tidak, nanti akan dibuktikan lewat jalur hukum,” tuturnya tegas.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan menghindari penyebaran potongan video yang dapat memicu perpecahan.

Ia mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam berbicara, terutama bagi seorang pejabat publik, agar tidak menimbulkan interpretasi keliru di tengah masyarakat.

“Semoga ke depan kita bisa saling mengoreksi. Beta pun akan lebih berhati-hati dalam memilih kata dan menyampaikan deskripsi agar tidak lagi menimbulkan kegaduhan,” ujarnya.

Baca Juga :  HIPMI SBB Tunjukkan Aksi Nyata: Bantu Perlengkapan Belajar untuk Anak Negeri di Tengah Semarak Pelantikan

Pernyataan terbuka dari Wakil Gubernur ini diharapkan dapat meredakan ketegangan yang sempat muncul, serta menjadi contoh penyelesaian persoalan melalui dialog dan musyawarah dalam semangat tanggung jawab serta keterbukaan.

Ditempat yang sama, Juru Bicara Pemerintah Provinsi Maluku, Kasrul Selang, yang memberikan keterangan usai pertemuan, menyampaikan bahwa dialog tersebut diwarnai dengan masukan-masukan konstruktif dari MUI Maluku, sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai kebersamaan dalam menghadapi isu-isu publik yang sensitif.

Kasrul menegaskan, kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath selama ini bersifat terbuka dan inklusif. Ia menyebutkan bahwa tidak ada lagi ruang aspirasi yang tertutup di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku.

“Pemda Maluku membuka ruang seluas-luasnya untuk menyampaikan pendapat. Mereka bisa datang kapan saja dan berbicara langsung. Ini yang disebut dengan cinta damai—lebih baik berbicara baik-baik daripada turun ke jalan untuk demo,” kata Kasrul.

Ia menambahkan bahwa Pemprov Maluku juga mengimbau semua pihak untuk menahan diri dari aksi-aksi di luar jalur hukum. Aspirasi, lanjut Kasrul, tetap bisa disampaikan secara bermartabat dan langsung diterima oleh kepala daerah.

“Tadi malam saja, Gubernur menerima sampai 20 orang perwakilan. Tuntutan-tuntutan mereka kami sampaikan dan tanggapi langsung. Secara tidak langsung, mereka merasa diperhatikan dan lebih memilih menyelesaikan persoalan ini dengan cara-cara yang baik,” pungkasnya.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ombudsman Minta Pemkab SBB Serius Benahi Pelayanan Publik di Seluruh OPD
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 09:59 WIT

Ombudsman Minta Pemkab SBB Serius Benahi Pelayanan Publik di Seluruh OPD

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru