Ambon, Maluku– Sebanyak 17 Rumah dan Bangunan Terbakar, 13 Rumah dan tempat usaha dirusak. Hal ini diakui Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, Muhammad Fadli Toisutta, saat dikonfirmasi trendingmaluku.com, Rabu (20/08).
Fadli mengakui turut terlibat langsung dalam pantauan dilokasi kejadian kawasan desa Hunuth bersama Walikota, ketua DPRD dan sejumlah staceholder.
Dikatakan data terbaru terkait dampak sosial dan kerugian material akibat bentrokan warga Desa Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, dan Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon sebagaimana disebutkan.
Data bencana sosial kata dia, menunjukkan sebanyak 17 unit rumah dan fasilitas terbakar, serta 13 unit rumah dan bangunan usaha lainnya mengalami kerusakan.
“Data ini penting untuk menjadi perhatian serius pemerintah, baik Pemkot Ambon maupun Pemda Maluku Tengah bila perlu agar penanganannya tidak setengah-setengah,” ujarnya, Rabu (20/8/2025).
Adapun daftar rumah dan bangunan yang terbakar di Desa Hunuth meliputi milik:
- Jefri Tahalea
- Syane Kappuw
- Titus Hatulely
- Charlota Tohatta Siahaya
- Victor Siahaya
- Semuel Samsu
- Regdenier Tahalea
- Yohanis Matahelumual
- Anthoni Pattipeiluh
- Antony Pattipeiluh
- Aleka Nikiulu
- Hely Sors Tahalea
- Fery Ohelo
- Nus Patty
- Bili Tahalea
- Referson Kapu
- Balai Pertemuan Kantor Desa Hunuth
Sementara itu, bangunan yang mengalami kerusakan adalah milik:
1. Chris Pier Kappuw (kios)
2. Venno Siahaya (kios)
3. Dian Nusaly (fotokopi)
4. Simon Malakauseya
5. Adrian Lumalessyl (pertamini)
6. Rifaldi
7. Jalil Kaimudin (mebel dan kios)
8. Mario Lubis
9. Rudi Mahulette (kios)
10. Sherlie Maruanaya (kios)
11. Mathelda Sondakh
12. Reince Rikumahu (pangkas rambut)
13. Novie Siahaya
Toisutta menegaskan, pihak akan terus mengawal pemerintah kota dalam merespons penderitaan warga Hunuth.
“Kerugian yang dialami masyarakat ini nyata dan sangat berat. Negara harus hadir, dan saya mendorong agar ada koordinasi serius antar semua pihak,” tegasnya.
“Selain bantuan untuk pemulihan rumah warga, aspek keamanan dan rekonsiliasi sosial juga tidak kalah penting. Warga harus merasa aman kembali tinggal di kampung mereka,” tambahnya.
Hingga kini, sebagian besar korban yang rumahnya terbakar maupun rusak masih mengungsi di Balai Pertanian Desa Waiheru. Pemerintah Kota Ambon memastikan pelayanan darurat telah diberikan melalui Dinas Sosial, sementara TNI-Polri masih berjaga di lokasi untuk menjaga kondusifitas.***







































































Discussion about this post