Lapas Wahai Panen Sayuran, Konsisten Perkuat Program Ketahanan Pangan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Agustus 2025 - 08:45 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Wahai, Maluku– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui panen hasil usaha tani yang dikelola bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Pada Rabu (20/8), bertempat di lahan rumah dinas, Lapas Wahai berhasil memanen 11 kilogram pare, 7 kilogram mentimun, dan 2 kilogram cabai.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengungkapkan bahwa panen kali ini menjadi yang terakhir untuk tanaman pare dan mentimun.

“Setelah beberapa kali panen dengan hasil cukup besar, masa produksi kedua tanaman ini sudah berakhir. Kami akan segera menanam bibit baru sebagai keberlanjutan program,” jelasnya.

Tersih menambahkan, kegiatan pertanian ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam upaya mewujudkan pembinaan kemandirian.

“Melalui program ini, kami ingin memberdayakan Warga Binaan agar mampu memberikan manfaat, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw, menuturkan bahwa kegiatan pertanian tidak berhenti meskipun panen pare dan mentimun berakhir.

“Cabai masih bisa dipanen berulang, pekan depan kita juga bersiap panen perdana tomat. Selain itu, di lahan pinjam pakai masyarakat, tanaman jagung tumbuh dengan baik,” ujarnya.

Merpaty juga menjelaskan bahwa hasil penjualan panen akan diberikan kepada Warga Binaan pekerja sebagai premi.

“Setelah penjualan dilakukan, premi akan langsung disetorkan ke rekening bank yang sudah disiapkan untuk mereka,” tambahnya.

Semangat WBP dalam program ini terlihat jelas. Salah satunya AG, yang mengaku bangga bisa tetap menekuni kegiatan pertanian di dalam Lapas.

“Kami bersyukur bisa tetap bertani. Meski berbeda lokasi, semangat kami tidak berkurang karena bertani sudah menjadi bagian hidup kami sebelum masuk Lapas,” ungkapnya.

Program pertanian di Lapas Wahai menjadi bukti nyata bahwa pembinaan kemandirian berjalan seiring dengan upaya mendukung ketahanan pangan. Melalui kegiatan ini, WBP dipersiapkan untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri, produktif, dan bertanggung jawab. ***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT