Ambon, Maluku– Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, mengingatkan segera mempercepat realisasi belanja, menyusul melambatnya pertumbuhan ekonomi di Maluku.
“Pertumbuhan ekonomi kita terhambat karena belanja pemerintah belum berjalan. Belanja rumah tangga masih bergerak, tetapi proyek pemerintah stagnan. Ini penyebab utama melambatnya pertumbuhan,” ujar Vanath usai membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi Maluku di Hotel Kamari Ambon, Kamis (21/8/2025).
Ia menegaskan, dengan sisa empat bulan hingga akhir tahun, pemerintah daerah harus mengelola anggaran secara cermat. Jika tidak, pertumbuhan ekonomi dikhawatirkan makin menurun.
“Kalau anggaran ditahan, uang yang beredar di masyarakat berkurang, daya beli jatuh, dan pertumbuhan pasti melemah. Itu rumus baku,” tegasnya.
Vanath bahkan menyelipkan pesan satir kepada anggota IWAPI yang memiliki pasangan pejabat.
“Sampaikan kepada suami-suami kalian, jangan tahan dana daerah terlalu lama. Kalau uang tidak turun ke masyarakat, ekonomi ikut tersendat,” katanya.
Selain menyoroti realisasi belanja, Vanath juga menekankan pentingnya kreativitas kepala daerah dalam menghadapi kemungkinan pemangkasan anggaran pada RAPBN 2026.
Dalam sambutannya, ia menilai IWAPI memiliki peran strategis dalam memperkuat daya saing perempuan pengusaha dan mendukung pertumbuhan UMKM.
“IWAPI tidak hanya berfungsi secara organisatoris, tapi juga harus berpandangan ke depan, dengan orientasi kesejahteraan masyarakat Maluku,” jelasnya.
Rakerda IWAPI kali ini mengangkat tema “Membuka Akses Pasar dan Mendorong Peningkatan UMKM Menuju Maluku Sejahtera”. Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Maluku, Ketua DPW Lasqi Nusantara Jaya, Ketua Umum DPP IWAPI, perwakilan TP-PKK, pimpinan OPD, Ketua Kadin Maluku, serta pengurus DPD IWAPI.***







































































Discussion about this post