Ambon, Maluku – Anggota DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo, meninjau langsung kondisi saluran irigasi yang jebol di Negeri Administratif Sariputih SP 1, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, pada Rabu (23/7/2025). Kerusakan tersebut dinilai mengancam kelangsungan panen petani di wilayah setempat.
Saluran irigasi yang dibangun dengan anggaran lebih dari Rp8 miliar itu semestinya mengairi sekitar 80 hektare lahan persawahan.
Namun, akibat kerusakan parah, aliran air tidak berjalan optimal. Kondisi ini semakin memprihatinkan lantaran tanaman padi tengah memasuki fase bunting yang membutuhkan pasokan air cukup.
Diduga, jebolnya saluran irigasi dipicu oleh konstruksi yang tidak sesuai standar teknis.
Dampaknya, aliran air tersendat dan mengancam hasil panen. Jika tidak segera diperbaiki, petani dikhawatirkan mengalami gagal panen.
“Saya sangat prihatin melihat kondisi ini. Kita tahu bahwa saat ini merupakan masa krusial bagi tanaman padi. Jika tidak segera ditangani, kerugian besar akan dialami para petani,” ujar Wadjo kepada wartawan.
Politisi PDI Perjuangan itu mendesak pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk segera mengambil langkah cepat dan konkret.
“Petani kita tidak bisa menunggu terlalu lama Bos. Air harus segera kembali mengalir. Dengan penanganan yang tepat dan segera, kita bisa menyelamatkan hasil panen mereka,” tegasnya.
Ia menambahkan, persoalan irigasi tidak sekadar menyangkut infrastruktur, melainkan juga berkaitan langsung dengan hajat hidup petani serta ketahanan pangan daerah.
Alhidayat memastikan akan membawa persoalan ini ke rapat bersama instansi teknis di tingkat provinsi agar mendapat perhatian serius dan solusi segera.***







































































Discussion about this post