Diduga Langgar UU Desa, Sejumlah Pasal Dimentahkan Bupati SBB

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Agustus 2025 - 12:32 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Piru, Maluku – Kebijakan Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Asri Arman, dalam mengukuhkan perpanjangan masa jabatan kepala desa memicu kontroversi. Langkah tersebut dinilai tidak sejalan dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa, bahkan berpotensi melanggar ketentuan pidana, Jumaat (22/08).

Pemerintah Kabupaten SBB mendasarkan kebijakan itu pada Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor 100.3.4/179/SJ Tahun 2025.

Namun, SE tersebut secara spesifik hanya berlaku bagi kepala desa yang masa jabatannya berakhir pada 1 November 2023 hingga 31 Januari 2024.

Faktanya, sebagian besar kepala desa di SBB baru dilantik pada 2021 dengan masa jabatan enam tahun sesuai UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Dengan terbitnya UU Nomor 3 Tahun 2024, masa jabatan itu otomatis diperpanjang menjadi delapan tahun hingga 2029, tanpa memerlukan pengukuhan ulang.

Pengukuhan yang dilakukan Bupati Asri Arman pada Kamis (21/8) terhadap puluhan kepala dan penjabat desa pun dipandang bertentangan dengan regulasi. Kebijakan ini dinilai membuka ruang terjadinya gratifikasi maupun penyalahgunaan wewenang.

Aktivis Pemuda SBB, Ismail M. Lussy, menilai kebijakan tersebut merupakan bentuk pelanggaran serius.
“Bupati telah keliru menafsirkan regulasi. SE Mendagri tidak berlaku bagi kepala desa periode 2021. Jika pengukuhan tetap dipaksakan, itu jelas penyalahgunaan wewenang. Bahkan bila ada indikasi gratifikasi, Bupati harus diproses hukum tanpa kompromi,” tegas Ismail di Piru, Jumat (22/8).

Baca Juga :  Tekan Inflasi, Pemkab SBB Turun ke Pasar Piru

Ia menambahkan, sejumlah ketentuan hukum dapat menjerat Bupati SBB, antara lain Pasal 421 KUHP tentang penyalahgunaan kekuasaan, Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor, serta Pasal 12B UU Tipikor mengenai gratifikasi yang dianggap suap.

“Ini bukan sekadar kekeliruan administratif. Jika dibiarkan, hukum akan dipermainkan oleh kepala daerah. Polda Maluku dan Kejaksaan harus segera menyelidiki dugaan pelanggaran ini,” kata Ismail menegaskan.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KNPI Tanimbar: Kembalikan Blok Masela ke Offshore, Hentikan Polemik Lermatang
Bupati SBT Teken MoU Investasi Sagu di Forum Bisnis Sagu
Babinsa di SBT dan KKT Perkuat Kepedulian Sosial serta Dorong Generasi Muda Jadi Prajurit TNI
Tuntas Pembangunan Jembatan, Masyarakat Minta Pangdam Resmikan
Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 05:48 WIT

KNPI Tanimbar: Kembalikan Blok Masela ke Offshore, Hentikan Polemik Lermatang

Kamis, 5 November 2026 - 04:58 WIT

Bupati SBT Teken MoU Investasi Sagu di Forum Bisnis Sagu

Kamis, 5 November 2026 - 02:58 WIT

Babinsa di SBT dan KKT Perkuat Kepedulian Sosial serta Dorong Generasi Muda Jadi Prajurit TNI

Kamis, 5 November 2026 - 02:48 WIT

Tuntas Pembangunan Jembatan, Masyarakat Minta Pangdam Resmikan

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Berita Terbaru

Trend Maluku

Bupati SBT Teken MoU Investasi Sagu di Forum Bisnis Sagu

Kamis, 5 Nov 2026 - 04:58 WIT

Trend Maluku

Tuntas Pembangunan Jembatan, Masyarakat Minta Pangdam Resmikan

Kamis, 5 Nov 2026 - 02:48 WIT