Ambon, Maluku — Puluhan mahasiswa asal Ambalau, Kabupaten Buru Selatan, kembali menggelar aksi unjuk rasa, di Kantor DPRD Maluku, Rabu (26/8/2025). Aksi demo ini sebelumnya juga sudah dilakukan.
Mahasiswa yang menamakan diri sebagai Pemuda Maluku Bergerak (APM) ini menuntut agar pemerintah segera menuntaskan Jalan Lingkar Ambalau yang hingga kini tak kunjung diselesaikan. Mereka mengaku pemerintah terkesan abai dan menganaktirikan masyarakat Ambalau.
Dalam orasinya, para mahasiswa juga meminta agar jalan lingkar Ambalau yang semulanya menjadi kewenangan kabupaten bisa dialih status ke jalan provinsi, sehingga menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi.
Menurut pendemo, peralihan status dinilai penting agar Pemerintah Provinsi bisa mengambil alih pembangunan jalan yang sudah mangkrak sejak bertahun-tahun. Lebih lanjut mahasiswa mengatakan, kondisi jalan yang rusak parah dan belum rampung, sangat berdampak menyulitkan mobilitas warga, terutama saat musim penghujan.
Pantauan Trendingmaluku.com, para demonstran membawa sejumlah atribut seperti spanduk yang bertuliskan jalan lingkar Ambalau butuh perhatian. Selain itu juga, membawa keranda mayat bertuliskan wafatnya hati nurani Pemerintah Kabupaten Buru Selatan.
Namun aksi unjuk rasa yang digelar selama beberapa jam tersebut tak mendapat respon, karena para Anggota Legislatif saat ini sedang melakukan tugas kedinasan ke luar daerah. Meski demikian, mahasiswa tetap menyerahkan tuntutannya kepada DPRD Maluku melalui Kasubag Persidangan dan Humas, Muhammat Laitupa.
Tuntutan ini nantinya akan diserahkan ke DPRD Maluku untuk ditindaklanjuti. Usai menyerahkan tuntutannya, mahasiswa kemudian membubarkan diri secara tertib dan berjanji akan datang kembali untuk mendapat jawaban atas aspirasi yang sudah diserahkan. (**)






































































Discussion about this post