PC IMM SBB Desak Pemerintah Usut Dugaan Penipuan Lahan oleh PT SIM di Desa Kawa

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 September 2025 - 08:01 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Piru, Maluku– Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Seram Bagian Barat (SBB) mendesak pemerintah segera turun tangan mengusut dugaan penipuan lahan oleh PT Spice Islands Maluku (PT SIM) di Desa Kawa, Kecamatan Seram Barat.

IMM SBB menilai kasus ini bukan sekadar sengketa aset, melainkan perampasan hak adat yang menyangkut identitas dan masa depan warga.

Lahan seluas 632,25 hektar yang awalnya hanya disewakan untuk pengembangan kebun Abaka, kini beralih menjadi milik PT SIM berdasarkan Surat Kesepakatan Pelepasan Hak dan Kepentingan atas Tanah tertanggal 3 Juli 2021.

Warga menegaskan, mereka tidak pernah menyetujui pelepasan hak tersebut.

“Ini adalah kejahatan struktural yang merampas hak masyarakat adat Desa Kawa. Tanah bukan komoditas yang bisa diperdagangkan dengan cara manipulatif,” tegas Ketua PC IMM SBB.

IMM SBB juga menolak klaim adanya pembayaran ganti rugi Rp 4,02 miliar sebagaimana tercantum dalam dokumen.

Faktanya, masyarakat hanya menerima uang sewa, bukan kompensasi pelepasan hak tanah. Sikap bungkam PT SIM yang menolak klarifikasi memperkuat dugaan adanya praktik penipuan dan pelecehan terhadap masyarakat Kawa.

Baca Juga :  Natal 2025 IKB TNS Kota Ambon Jadi Momentum Penguatan Persaudaraan dan Iman

IMM SBB menyatakan empat sikap tegas:

  1. Mendesak pemerintah pusat dan daerah meninjau ulang surat pelepasan hak yang cacat prosedur.
  2. Meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan penipuan PT SIM.
  3. Menuntut PT SIM menghormati hak adat dan mengembalikan tanah kepada masyarakat Desa Kawa.
  4. Mengingatkan seluruh perusahaan di Maluku untuk menjalin komunikasi transparan dan adil dengan masyarakat adat.

“PC IMM SBB akan terus mengawal kasus ini hingga keadilan ditegakkan. Kami tidak akan tinggal diam melihat masyarakat ditindas di tanahnya sendiri,” tutup pernyataan resmi itu.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru