Ambon, Maluku– Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Seram Bagian Barat (SBB) menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten SBB bersama PLN UIW Maluku dan Maluku Utara atas peresmian peningkatan jam nyala listrik menjadi 24 jam di sejumlah desa di Maluku, termasuk Desa Tonu Jaya dan Desa Tahalupu di wilayah SBB.
Ketua Umum PC IMM SBB, Iwan Paisal Tuhuteru, menilai langkah tersebut merupakan jawaban atas harapan masyarakat yang selama ini menantikan layanan listrik yang lebih optimal.
“Ini adalah wujud nyata kehadiran pemerintah dan PLN dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di pedesaan,” ujarnya, Sabtu (20/9), usai peresmian yang dipusatkan di Pattimura Park, Ambon.
Ia menjelaskan, ketersediaan listrik selama 24 jam tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan penerangan rumah tangga, tetapi juga membuka peluang besar dalam peningkatan ekonomi masyarakat, pendidikan, serta layanan kesehatan.
“Anak-anak bisa belajar lebih lama, pelaku UMKM dapat mengembangkan usaha, dan fasilitas kesehatan akan semakin terjamin. Ini langkah maju yang patut didukung bersama,” lanjutnya.
Lebih lanjut, PC IMM SBB mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus mengawal dan memastikan keberlanjutan program listrik 24 jam agar tidak berhenti hanya pada tahap peresmian.
“Kami juga mendorong agar desa-desa lain yang belum terlayani penuh mendapat prioritas, sehingga seluruh wilayah Saka Mese Nusa dapat menikmati layanan listrik yang setara,” tegas Iwan.
PC IMM SBB turut mengapresiasi inisiatif PLN melalui program Light Up the Dream (LUTD) yang memberikan sambungan listrik gratis bagi keluarga prasejahtera.
Menurutnya, program tersebut membuktikan bahwa listrik tidak hanya dipandang dari sisi bisnis, tetapi juga sebagai instrumen keadilan sosial dan keberpihakan kepada masyarakat kecil.
Dengan adanya peningkatan jam nyala listrik ini, PC IMM SBB berharap sinergi antara pemerintah daerah dan PLN terus diperkuat dalam meningkatkan pelayanan publik lainnya yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.***







































































Discussion about this post