Piru, Maluku – Suasana Puskesmas Inamosol mendadak tegang setelah mencuat dugaan manipulasi data dalam proses pengusulan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Sejumlah tenaga honorer yang selama ini mengabdi merasa hak mereka dikesampingkan.
Kasus ini mencuat setelah muncul empat nama dalam daftar calon PPPK paruh waktu, yakni Nur Inda Lestari A.Md.Kep, Aprilia Weslin Lewinski Riri, Marta Tupasuw, dan Mona Tanuwele.
Keempatnya disebut tidak pernah tercatat sebagai honorer di Puskesmas Inamosol hingga tahun 2023.
“Saya sudah lama mengabdi di sini, jadi tahu betul siapa saja honorer yang bekerja. Tiba-tiba muncul nama-nama baru yang langsung diusulkan jadi PPPK. Ini jelas tidak adil,” ungkap salah seorang pegawai dengan nada kecewa.
Kepala Puskesmas Inamosol diduga menjadi pihak yang bertanggung jawab atas dugaan rekayasa data ini.
Ia dituding sengaja memasukkan nama-nama baru untuk diloloskan sebagai PPPK paruh waktu, sehingga mengorbankan hak honorer lama yang telah bertahun-tahun mengabdi.
“Kami merasa dipermainkan. Pemerintah daerah jangan tutup mata. Usut tuntas kasus ini dan segera evaluasi Kepala Puskesmas Inamosol,” tegas seorang tokoh masyarakat.***







































































Discussion about this post