Ambon, Maluku— Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Barge Mounted Power Plant (BMPP) Nusantara I di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, pada Selasa (14/10/2025).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda nasional dalam memastikan keandalan sistem kelistrikan di wilayah timur Indonesia.
Turut mendampingi Wapres, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto, Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, serta General Manager PT PLN (Persero) UIW Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko.
Dalam pemaparannya, Noer Soeratmoko menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Ambon berada dalam kondisi aman, dengan cadangan daya mencapai 34–35 megawatt (MW) dari total kapasitas BMPP sebesar 100 MW.
“Beban puncak kita hanya sekitar 65 MW, sehingga terdapat cadangan daya sekitar 35 MW. Artinya, pasokan listrik di Ambon sangat aman,” jelas Noer di hadapan Wapres.
Ia menambahkan, kapasitas tersebut mampu menyuplai listrik bagi sekitar 70 ribu rumah tangga baru di wilayah Ambon dan sekitarnya. Menurutnya, kondisi ini menjadi pondasi kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan sektor industri di Maluku.
Selain itu, PLN juga tengah mengerjakan proyek Belt Ambon Tahap II, yang ditargetkan selesai pada pertengahan 2026. Proyek ini akan menambah kapasitas listrik hingga 50 MW, yang diharapkan dapat memperkuat sistem kelistrikan regional.
“Setelah proyek ini rampung, total kapasitas listrik di Ambon akan meningkat signifikan dan memberi dampak besar bagi percepatan pembangunan di Maluku,” ujar Noer.
Saat ini, BMPP Nusantara I mengoperasikan enam unit mesin dengan kapasitas 58,5 MW, yang menjadi tulang punggung penyediaan energi di Pulau Ambon.
Tak hanya berfokus pada pembangkit besar, PLN juga menjalankan program elektrifikasi pedesaan untuk menghadirkan akses listrik bagi ratusan desa yang belum terlistriki. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan energi di seluruh wilayah Indonesia.
“Dalam RUPTL 2025–2034, PLN telah menyiapkan peta jalan pembangunan jaringan listrik di pulau-pulau kecil dan desa-desa terpencil di Maluku, termasuk perluasan jaringan distribusi serta penambahan sambungan pelanggan baru,” kata Noer Soeratmoko.
Usai mendengarkan paparan tersebut, Wapres Gibran menyampaikan apresiasi kepada PT PLN UIW Maluku dan Maluku Utara atas kerja keras dalam menjaga keandalan pasokan listrik di kawasan timur Indonesia.
“Ketersediaan energi yang andal dan berkelanjutan akan membuka peluang ekonomi baru, terutama di wilayah-wilayah timur seperti Maluku,” tegas Wapres.
Wapres menegaskan, pemerintah pusat berkomitmen mempercepat transformasi energi nasional dan menjadikan Maluku sebagai salah satu pusat pengembangan energi terbarukan di masa depan.***







































































Discussion about this post