Ambon, Maluku— Upaya membentuk karakter pelajar yang cerdas secara sosial dan digital terus digalakkan mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ambon. Pada Selasa, 4 November 2025 pukul 19.41 WIT, mahasiswa Program Studi Sosiologi Agama UIN AMSA Ambon melaksanakan sosialisasi bertema #NoHate #NoHoax: Remaja Positif, Media Sosial Sehat di SMA Negeri 10 Maluku Tengah, Negeri Lima.
Kegiatan tersebut dihadiri dan didampingi langsung oleh Ketua Jurusan Sosiologi Agama, Dr. Nursaid, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Sri Ratna Dewi Lampong. Kehadiran mereka memberikan dukungan moral bagi mahasiswa yang tengah melaksanakan kegiatan pengabdian di masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan menengah.
Kepala Sekolah SMA Negeri 10 Maluku Tengah, Ruslan Hehalatu, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif mahasiswa UIN AMSA Ambon. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat relevan dengan tantangan dunia pendidikan saat ini, terutama dalam upaya menekan kasus perundungan dan penyebaran hoaks di kalangan pelajar.
Ia menegaskan bahwa bullying dan hoaks merupakan persoalan yang tidak pernah hilang dari kehidupan sosial, sehingga dibutuhkan peran aktif semua pihak untuk membangun kesadaran bersama.
“Kami merasa terhormat dengan kedatangan mahasiswa UIN AMSA Ambon. Bullying dan hoaks adalah persoalan yang terus menghantui dunia pendidikan. Semoga melalui kegiatan ini, siswa kami dapat membangun sikap positif dan saling menghargai, demi terciptanya lingkungan belajar yang kondusif,” ujar Ruslan.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, mahasiswa Sosiologi Agama UIN AMSA Ambon membawakan sejumlah materi tematik yang dikemas secara interaktif.
Pemaparan tentang Stop Bullying yang disampaikan oleh Paulina Dina Karatem menekankan pentingnya empati, toleransi, dan sikap saling menghargai agar lingkungan sekolah maupun dunia maya terbebas dari perundungan.
Materi tentang Anti Hoaks yang dibawakan oleh Fitrotussalamah memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya kemampuan literasi digital agar mereka dapat menyaring informasi sebelum membagikannya serta memahami dampak negatif dari penyebaran berita palsu.
Sementara itu, Wa Sehat melalui materi bertajuk Remaja Positif, Bangun Media Sosial Sehat dan Produktif, mengajak para peserta untuk memanfaatkan media sosial secara bijak dan menjadi agen penyebar konten positif yang bermanfaat bagi sesama.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa Pascasarjana UIN AMSA Ambon untuk menanamkan nilai sosial, etika, dan moral kepada pelajar di Maluku Tengah.
Melalui pendekatan edukatif dan dialogis, mereka berupaya memperkuat karakter generasi muda agar mampu menjadi pelajar yang kritis, beretika, dan bertanggung jawab di era digital.
Sosialisasi ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi akademik mahasiswa Sosiologi Agama UIN AMSA Ambon dalam memperkuat pendidikan karakter dan literasi digital di lingkungan sekolah, sejalan dengan visi kampus sebagai pusat keilmuan yang berorientasi pada kemaslahatan sosial dan kemanusiaan.***





































































Discussion about this post