Ambon, Maluku– Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menyerukan agar kader Pemuda Muhammadiyah di Maluku menjadi katalis perubahan dan mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan daerah. Pesan tersebut disampaikannya saat melantik kepengurusan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Maluku periode 2025–2029, Jumat (7/11/2025) di Zest Hotel Ambon.
Dzulfikar menegaskan, Pemuda Muhammadiyah harus hadir sebagai sportsistem—penopang kebijakan publik yang berpihak pada masyarakat.
“Semoga Pemuda Muhammadiyah selalu menjadi sportsistem bagi kebijakan pemerintah, terutama dalam mengakselerasi pencapaian program kerja daerah,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi rencana program strategis PWPM Maluku yang menitikberatkan pada sektor pertanian. Program tersebut dinilai sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat dan sejalan dengan arah pembangunan ekonomi Maluku.
“Agenda di bidang pertanian yang diinisiasi Pemuda Muhammadiyah Maluku sangat menarik. Terlebih mendapat sambutan positif dari Wakil Gubernur Maluku. Ini sinyal kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dan Pemuda Muhammadiyah,” tambah Dzulfikar.
Menurutnya, empat tahun ke depan harus menjadi momentum penguatan agenda-agenda strategis yang menyentuh langsung masyarakat — mulai dari pendidikan, ekonomi dan kewirausahaan, politik kebangsaan hingga pemberdayaan sosial.
Pelantikan PWPM Maluku ini menetapkan Rimbo Bugis sebagai Ketua Umum untuk periode 2025–2029, berdasarkan SK PP Pemuda Muhammadiyah Nomor 1.5/63/1447 tentang penetapan susunan pengurus PDPM Maluku. Sebanyak 41 pengurus dilantik dalam kegiatan bertema “Reaktualisasi Gerakan Pemuda Negarawan Par Maluku Pung Bae.”
Kepengurusan baru ini dihuni beragam kalangan — akademisi, praktisi, pengusaha, pegawai pemerintah, karyawan swasta hingga petani — yang mencerminkan semangat kolaboratif Pemuda Muhammadiyah dalam menjawab tantangan zaman.
Dalam sambutan perdananya, Rimbo Bugis menegaskan arah gerakan Pemuda Muhammadiyah ke depan harus lebih berorientasi pada kerja nyata di tengah masyarakat.
“Menjadi Pemuda Muhammadiyah jangan hanya hadir di acara seremonial. Kita harus menjadi garda terdepan membantu masyarakat di daerah-daerah,” tegas Rimbo.
“Saya harap kader tidak bersikap seperti aktivis jalanan yang hanya mencari kepentingan pribadi. Jadilah pemuda yang selalu bersama rakyat,” imbuhnya.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawala, yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Najih Prasetyo selaku Sekretaris Jenderal PP Pemuda Muhammadiyah, Dr. H. Moh. Taib Hunsou Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku, perwakilan TNI dan Polri, Staff Ahli Walikota Ambon, Ketua Bawaslu Provinsi Maluku, Kepala Kanwil Kementerian Agama Maluku, Ketua MUI Maluku, dan perwakilan organisasi kepemudaan Cipayung. ***







































































Discussion about this post