Buru, Maluku — Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, melakukan kunjungan kerja ke Bendungan Waeapo, Kabupaten Buru, Senin (11/08). Dalam kesempatan tersebut, Vanath melaporkan secara langsung perkembangan pembangunan bendungan strategis itu kepada Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, melalui video konferensi.
Dalam laporannya, Vanath menyampaikan bahwa progres pembangunan Bendungan Waeapo berjalan baik, meski dihadapkan pada sejumlah kendala. Tantangan yang dihadapi meliputi hambatan administratif, pembebasan lahan, izin Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL), serta faktor cuaca yang tidak menentu.
“Ada kendala yang bisa diselesaikan di tingkat Kabupaten Buru, dan ada pula yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Maluku. Semuanya akan ditindaklanjuti,” ujar Vanath.
Wagub yang saat itu didampingi jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Buru menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memastikan pembangunan bendungan ini tuntas sesuai rencana.
Bupati Buru, Ikram Umasugi, yang turut hadir mendampingi, mengakui adanya sejumlah persoalan, khususnya terkait pembebasan lahan. Ia memastikan pihaknya akan segera menuntaskan hal tersebut.
“Kebetulan camat di wilayah ini adalah putra asli daerah, sehingga komunikasi dengan warga diharapkan lebih efektif. Kami targetkan penyelesaiannya secepat mungkin,” kata Ikram.
Kunjungan kerja ini juga dihadiri Wakil Bupati Buru, perwakilan Balai Wilayah Sungai Maluku, serta Kepala Satuan Kerja (Kasatker) proyek nasional tersebut.
Fungsi Strategis Bendungan Waeapo
Bendungan Waeapo merupakan salah satu proyek infrastruktur strategis di Maluku yang dibangun untuk mendukung ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya air di Kabupaten Buru. Dengan kapasitas tampung yang besar, bendungan ini dirancang untuk:
- Irigasi — Mengairi ribuan hektare sawah di kawasan Waeapo dan sekitarnya, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian, terutama padi
- Pengendalian Banjir — Mengurangi risiko banjir di wilayah hilir saat musim hujan
- Penyediaan Air Baku — Menyediakan pasokan air bersih untuk kebutuhan masyarakat dan industri
- Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) skala kecil — Memanfaatkan potensi air untuk menghasilkan listrik ramah lingkungan.
- engembangan Pariwisata — Kawasan sekitar bendungan berpotensi menjadi destinasi wisata baru, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Pemerintah Provinsi Maluku menargetkan bendungan ini tidak hanya menjadi infrastruktur teknis, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Buru.***






































































Discussion about this post